Keterbatasan Personel Jadi Kendala BPBD Tarakan Padamkan Karhutla

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:21 WIB
MEMADAMKAN : Petugas BPBD Tarakan dibantu Babinsa memadamkan karhutla. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
MEMADAMKAN : Petugas BPBD Tarakan dibantu Babinsa memadamkan karhutla. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Tarakan menguras tenaga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan. Di tengah kondisi kekeringan, sejumlah titik api muncul di beberapa wilayah. Kondisi ini semakin berat karena BPBD Tarakan hanya memiliki 12 personel teknis aktif untuk menangani berbagai situasi darurat di empat kecamatan.

Saat dikonfirmasi, Kepala BPBD Kota Tarakan Yonsep mengatakan jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. Menurutnya, setidaknya dibutuhkan 40 personel teknis agar setiap kecamatan memiliki kekuatan yang memadai.

“Idealnya satu kecamatan punya 10 orang, Tarakan ada empat kecamatan jadi minimal 40 personel. Dalam kondisi hujan deras dan listrik padam, tim di lapangan sering kewalahan karena terbatasnya tenaga manusia,” ujar Yonsep, Rabu (12/8).

Menurutnya, armada dan peralatan BPBD masih cukup memadai. Namun, keterbatasan personel membuat petugas harus bekerja ekstra, terutama ketika bencana terjadi bersamaan atau berlangsung dalam waktu panjang.

“Sementara armada dan peralatan masih memadai, justru kekuatan fisik dan jumlah personel yang menjadi hambatan utama,” katanya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
karhutla tarakan bpbd