TARAKAN - Aksi penipuan dengan mencatut identitas pejabat kembali terjadi di Kota Tarakan. Kali ini, nama dan foto profil Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tarakan, Abdul Azis Hasan digunakan oleh orang tidak dikenal, tujuannya untuk meyakinkan calon korban agar mentransfer uang hingga puluhan juta rupiah melalui aplikasi WhatsApp (WA). Beruntung, informasi tersebut cepat diketahui sehingga hingga saat ini belum ada laporan masyarakat yang mengalami kerugian.
Saat dikonfirmasi, Sekda Kota Tarakan, Abdul Azis Hasan mengatakan, informasi tersebut pertama kali diterimanya setelah salah seorang pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah mendapat telepon terkait adanya nomor WA yang mengatasnamakan dirinya. Mengetahui hal tersebut, ia langsung meminta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) menyebarluaskan peringatan kepada aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat.
"Begitu kita dengar informasi itu, kebetulan yang ditelepon pertama orang di Setda. Jadi langsung saya minta ke Kabag Prokopim, Humas kita, langsung disebarkan supaya jangan sampai ada korban," katanya, Rabu (5/8).
Dalam tangkapan layar yang beredar, pelaku menggunakan nama serta foto profil Abdul Azis Hasan. Pelaku kemudian menghubungi calon korban dan meminta transfer dana sebesar Rp 75 juta ke rekening Bank BNI atas nama Nur Cahyadi dengan dalih pembayaran akomodasi Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri.
Pemerintah Kota Tarakan memastikan pesan tersebut merupakan modus penipuan dan meminta masyarakat tidak menanggapi ataupun memenuhi permintaan yang mengatasnamakan pejabat pemerintah.
Azis mengatakan, penyebaran informasi dilakukan secepat mungkin agar masyarakat mengetahui adanya modus tersebut sebelum menimbulkan korban. "Begitu dilaporkan, langsung saya bilang cepat umumkan, informasikan. Karena khawatir kita nanti ada yang terlambat tahu," ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, nominal uang yang diminta pelaku berkisar antara Rp 70 juta hingga R p75 juta. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan masyarakat yang mengalami kerugian akibat aksi tersebut. "Enggak ada, Insya Allah enggak ada," ucapnya.
Azis menegaskan, tidak ada pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan yang meminta uang kepada masyarakat maupun pihak lain melalui pesan pribadi atau sambungan telepon. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya dan selalu melakukan konfirmasi apabila menerima permintaan serupa.
"Intinya begini, enggak ada lagi pejabat minta-minta uang, enggak ada. Jadi kalau sampai ada yang mengaku-ngaku, itu berarti pasti bohong," tegasnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pelaporan kepada aparat penegak hukum, Azis menyebut hingga kini belum ada korban maupun kerugian yang ditimbulkan sehingga belum ada laporan resmi yang diajukan. "Belum ada juga kerugian. Apa yang mau kita laporkan, tersangkanya enggak ada," pungkasnya. (zac)
Editor : Januriansyah RT