TARAKAN – Memasuki puncak musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah langkah mitigasi telah dilakukan sejak Juni lalu, mulai dari menyiapkan sumber air, membangun kolam penampungan bersama masyarakat, hingga menyiagakan personel dan relawan di wilayah yang dinilai memiliki tingkat risiko tertinggi.
Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi datangnya musim kemarau jauh sebelum kondisi cuaca mulai mengering. Langkah tersebut dilakukan mengingat sejumlah daerah di Kalimantan Utara lebih dulu mengalami musim kemarau yang berdampak pada meningkatnya potensi karhutla.
"Kita sudah antisipasi dari awal bulan Juni. Kemarau sudah lebih dulu terjadi di wilayah utara seperti Malinau dan sekitarnya. Jadi kesiapan kita memang sudah dilakukan sejak awal," ujarnya, Selasa (4/8).
Menurut Yonsep, salah satu upaya yang telah dilakukan berada di kawasan Pantai Amal, khususnya wilayah yang selama ini kerap menjadi lokasi terjadinya kebakaran lahan. Bersama masyarakat, BPBD mendorong pembangunan kolam penampungan air yang dapat dimanfaatkan sebagai cadangan air ketika terjadi kebakaran.
Di kawasan tersebut, masyarakat diajak bergotong royong membuat kolam penampungan yang tidak hanya berguna sebagai sumber air saat penanganan kebakaran, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan warga sehari-hari.
"Di daerah Amal kita sudah coba membangun kemandirian masyarakat dengan membuat kolam tampungan air. Itu berada di wilayah yang memang sering terbakar. Selain bermanfaat untuk masyarakat, kolam itu juga menjadi sumber air ketika terjadi kebakaran pada musim kemarau," jelasnya.
Selain Pantai Amal, BPBD juga telah menyiapkan langkah antisipasi di wilayah Juata. Pihaknya menjalin komunikasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memastikan ketersediaan pasokan air apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam proses pemadaman. Meski demikian, Yonsep mengakui musim kemarau juga berdampak terhadap ketersediaan bahan baku air sehingga diperlukan kerja sama seluruh pihak untuk mengantisipasi kondisi tersebut.
"Di Juata kita sudah berkoordinasi dengan PDAM dan mereka siap membantu distribusi air. Memang saat kemarau terkadang bahan baku air juga menjadi tantangan, sehingga kita berharap ada sinergi semua pihak," katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT