Tagih Sisa Uang Arisan, Warga di Tarakan Mengaku Dipukul Balok Kayu hingga Patah Tangan

Eliazar Simon • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 17:25 WIB
ILUSTRASI DIBUAT AI
ILUSTRASI DIBUAT AI

TARAKAN – Persoalan uang arisan diduga menjadi pemicu aksi kekerasan yang menyebabkan seorang warga berinisial ZN mengalami patah tangan dan luka robek di bagian kepala. Insiden itu terjadi di Jalan Pangeran Aji Iskandar, Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara, Sabtu (25/7) sekitar pukul 21.40 Wita.

Menurut pengakuan korban, kejadian bermula saat ia bersama seorang rekannya mendatangi rumah salah seorang yang diduga berkaitan dengan persoalan arisan. Tujuannya untuk mempertanyakan sisa uang arisan yang menurutnya belum dikembalikan.

“Dia bilang, ‘Kenapa kau cari-cari aku?’ Saya jawab tidak cari ribut. Saya cuma mau tanya soal sisa uang arisan. Karena sebelumnya istrinya pernah bilang, kalau saya membuat video permintaan maaf, uang saya akan dikembalikan,” ujar ZN.

Korban mengaku sebelumnya telah memenuhi permintaan tersebut, namun uang yang dijanjikan tak kunjung diberikan. Ia bahkan sempat diminta datang ke Tarakan dengan janji uang akan diserahkan secara tunai.

Menurut ZN, pembicaraan yang awalnya berlangsung biasa tiba-tiba berubah menjadi tindakan kekerasan. Ia mengaku dipukul menggunakan balok kayu berkali-kali.

"Saya dipukul pakai kayu balok dua sampai tiga kali. Saya refleks menangkis karena takut kena kepala. Tangan saya yang menangkis akhirnya patah. Sudah saya rontgen,” katanya.

Tak hanya itu, korban menyebut seorang pria lain ikut menyerangnya dari arah belakang hingga bagian pelipisnya robek dan mengeluarkan banyak darah.

“Saya tidak tahu dia pakai tangan kosong atau pegang sesuatu. Yang jelas pelipis saya robek dan darah banyak keluar. Setelah itu saya terus dipukul sampai masuk ke selokan,” tuturnya.

Saat kejadian, korban mengaku rekannya tidak sempat memberikan pertolongan karena disebut dikepung beberapa orang yang berada di lokasi. “Teman saya mau bantu, tapi dijaga teman-temannya. Di situ ada sekitar sepuluh orang. Saya akhirnya lari dan lompat ke motor teman saya karena takut dipukul lagi,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami patah tangan serta luka pada wajah dan kepala sebelum akhirnya mendapatkan penanganan medis. Kasus itu kini telah dilaporkan ke Polres Tarakan dan sedang ditangani Satreskrim.

Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Reginal Yuniawan Sujono mengatakan penyelidikan masih berlangsung dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan. “Masih dalam penyelidikan. Beberapa saksi sudah kami periksa dan terduga pelaku masih dalam pengejaran,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan penganiayaan pemukulan