Siapkan Gedung Transisi dan Lahan 20 Hektare untuk Sekolah Nasional Terintegrasi di Tarakan

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:21 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Transformasi sektor pendidikan terus menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan masa depan. Berbagai program baru pun mulai digulirkan pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Salah satunya melalui pembentukan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sebuah konsep sekolah unggulan yang diharapkan mampu mencetak generasi berkarakter, berprestasi, sekaligus memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Kota Tarakan menjadi salah satu daerah yang dipersiapkan untuk menghadirkan program tersebut. Sejumlah tahapan mulai dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, mulai dari penyediaan fasilitas belajar sementara, penyiapan lahan pembangunan sekolah permanen, hingga penyediaan tenaga pendidik agar operasional sekolah dapat segera berjalan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut. Menurutnya, seluruh perangkat daerah telah mulai melakukan persiapan sesuai kewenangan masing-masing agar pelaksanaan SNT tidak mengalami hambatan.

"Untuk tahap awal kami telah menyiapkan gedung transisi di SMP Negeri 14 Tarakan agar proses belajar mengajar angkatan pertama dapat berjalan sesuai jadwal, sementara pembangunan sekolah permanen tetap kami persiapkan bersama pemerintah pusat," ujarnya, Rabu (29/7).

Ia menjelaskan, penggunaan gedung SMP Negeri 14 Tarakan di kawasan Pasir Putih hanya bersifat sementara. Lokasi tersebut akan dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar hingga pembangunan kawasan SNT yang permanen selesai dilaksanakan.

Menurut Tamrin, penyediaan gedung transisi menjadi langkah penting agar pelaksanaan program tidak harus menunggu proses pembangunan sekolah yang tentu membutuhkan waktu cukup panjang. Dengan demikian, peserta didik angkatan pertama tetap dapat memulai kegiatan belajar sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Kami ingin ketika peserta didik sudah diterima, proses pembelajaran bisa langsung berjalan. Karena itu gedung transisi disiapkan lebih dulu sambil menunggu pembangunan sekolah permanen selesai dilaksanakan," katanya.

Selain gedung sementara, pemerintah daerah juga menyiapkan lahan seluas 20 hektare di Kelurahan Mamburungan sebagai lokasi pembangunan kawasan Sekolah Nasional Terintegrasi. Lahan tersebut nantinya akan dihibahkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tamrin mengatakan, lokasi tersebut dipilih karena dinilai memenuhi kebutuhan pembangunan kawasan pendidikan dalam skala besar. Luasan lahan juga memungkinkan pembangunan berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan untuk menunjang konsep sekolah terintegrasi.

"Untuk pembangunan permanen, Pemkot Tarakan menyiapkan lahan sekitar 20 hektare di Kelurahan Mamburungan. Lahan tersebut akan dihibahkan kepada pemerintah pusat sebagai lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi," jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
sekolah nasional terintegrasi tarakan pendidikan