TARAKAN - Meski kebijakan potongan komisi aplikasi transportasi online telah ditetapkan menjadi maksimal 8 persen sejak 1 Juli 2026, namun hal ini belum dianggap mampu memperbaiki kesejahteraan pengemudi ojek online.
Serikat Pengemudi Online Indonesia (SePOI) Kalimantan Utara (Kaltara) menilai, persoalan utama yang selama ini menekan pendapatan mitra pengemudi justru berada pada tarif dasar layanan yang tidak kunjung mengalami penyesuaian, sementara biaya operasional kendaraan dan kebutuhan hidup terus meningkat dari tahun ke tahun.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) SePOI Kaltara Misyadi menegaskan, sejak awal organisasinya tidak pernah menjadikan besaran potongan komisi sebagai tuntutan utama kepada pemerintah maupun perusahaan aplikator. Menurutnya, sekecil apa pun potongan komisi tidak akan memberikan perubahan berarti apabila tarif yang diterima pengemudi tetap rendah.
"Pada dasarnya SePOI tidak ada tuntutan mengenai potongan. Berapa pun potongannya, bahkan kalau 0 persen sekalipun, tidak akan mengubah atau berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengemudi online. Yang harus diubah adalah tarifnya," ujarnya, Jumat (10/7).
Ia menjelaskan, SePOI saat ini berharap dikabulkannya empat tuntutan utama yang dinilai lebih menyentuh akar persoalan transportasi online di Indonesia. Tuntutan tersebut meliputi kenaikan tarif ojek online roda dua, penyusunan regulasi khusus untuk layanan pengantaran barang dan makanan, penetapan tarif bersih bagi taksi online roda empat, serta pembentukan Undang-Undang Transportasi Online Indonesia sebagai payung hukum yang mengatur hubungan antara pemerintah, perusahaan aplikator, dan mitra pengemudi.
Menurut Misyadi, keempat poin tersebut jauh lebih penting dibanding sekadar mengurangi persentase komisi aplikasi. Sebab, penghasilan pengemudi sangat dipengaruhi oleh besaran tarif yang diterima setiap kali menyelesaikan perjalanan.
"Kalau tarifnya masih sama seperti sekarang, pengemudi tetap akan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Potongan turun memang ada pengaruhnya, tetapi sangat kecil. Yang benar-benar menentukan pendapatan adalah tarif perjalanan," katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT