TARAKAN – Penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) di Kota Tarakan terus berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah. Meski demikian, masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan yang menyebabkan sebagian keluarga penerima manfaat belum dapat mencairkan bantuan yang telah disalurkan ke rekening masing-masing.
Permasalahan tersebut sebagian besar bukan disebabkan keterlambatan penyaluran dari pemerintah, melainkan persoalan administrasi maupun kondisi penerima bantuan. Mulai dari kartu ATM yang hilang atau terblokir, penerima yang berpindah domisili ke luar daerah, hingga belum mengetahui bahwa dana bantuan telah masuk ke rekening.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial Kota Tarakan, Arbain mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap proses penyaluran bantuan agar seluruh hak masyarakat dapat diterima tanpa kendala. Apabila ditemukan bantuan yang belum dicairkan, Dinsos bersama pendamping sosial akan melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebabnya.
"Kalau ada penerima yang belum mengambil atau membelanjakan bantuannya, kami lakukan pengecekan. Ternyata ada yang sedang berada di luar daerah sehingga belum sempat mencairkan," ujarnya, Kamis (9/7).
Menurut Arbain, perpindahan domisili sementara menjadi salah satu penyebab bantuan tidak segera dimanfaatkan. Meskipun dana telah masuk ke rekening, penerima yang berada di luar Kota Tarakan memilih menunda pencairan hingga kembali ke daerah asal.
Selain itu, persoalan administrasi perbankan juga masih cukup sering ditemukan. Tidak sedikit penerima manfaat yang kehilangan kartu ATM, mengalami kerusakan kartu, maupun rekening yang terblokir sehingga bantuan tidak dapat diakses.
"Kalau kendalanya kartu ATM hilang atau terblokir, kami bantu proses pengurusannya, termasuk pembuatan kartu yang baru agar bantuan bisa segera dicairkan," katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT