0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pembangunan Fisik Gedung Sekolah Rakyat di Tarakan Baru 64,52 Persen

Zakaria RT • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:56 WIB
Kepala Dinsos Tarakan, Arbain. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Dinsos Tarakan, Arbain. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Harapan agar peserta didik baru Sekolah Rakyat di Kota Tarakan dapat langsung menempati gedung permanen pada awal tahun ajaran 2026/2027 dipastikan belum terwujud. Pembangunan kompleks sekolah yang berlokasi di Kelurahan Juata Laut hingga kini masih berlangsung dan belum mencapai target penyelesaian, sehingga proses belajar mengajar tetap menyesuaikan kesiapan bangunan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan, Arbain mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan terakhir, progres pembangunan fisik gedung permanen Sekolah Rakyat baru mencapai 64,52 persen. Meski pekerjaan terus berjalan setiap hari, capaian tersebut dinilai masih cukup jauh untuk mengejar target percepatan penyelesaian

"Menurut pemantauan kami sampai minggu lalu progresnya baru 64,52 persen. Sekarang mungkin sudah bertambah sedikit, tetapi untuk mengejar target yang ditetapkan sepertinya belum memungkinkan," ujarnya, Rabu (8/7).

Arbain menjelaskan, kontraktor saat ini memusatkan pekerjaan pada bangunan yang menjadi prioritas utama, yakni ruang kelas dan asrama siswa. Kedua fasilitas tersebut diharapkan dapat lebih dahulu diselesaikan agar proses belajar mengajar bisa segera dipindahkan ketika pembangunan dinyatakan layak digunakan.

Sementara itu, sejumlah fasilitas pendukung lainnya masih berada pada tahap pembangunan. Di antaranya aula, dapur umum, tempat ibadah, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang guru, rumah dinas guru hingga berbagai sarana penunjang lain yang menjadi bagian dari kompleks Sekolah Rakyat.

"Yang sedang dikebut sekarang ruang belajar dengan asramanya. Sedangkan aula, dapur, tempat ibadah, ruang UKS, ruang guru, rumah guru, dan fasilitas pendukung lainnya masih dalam proses pengerjaan," katanya.

Meski pembangunan belum selesai, beberapa ruang belajar mulai menunjukkan perkembangan. Sebagian ruangan bahkan telah dilengkapi meja dan kursi sebagai persiapan operasional setelah bangunan dinyatakan siap digunakan.

Namun demikian, Arbain menegaskan pemerintah tidak ingin memaksakan pemanfaatan gedung apabila seluruh fasilitas belum memenuhi standar. Menurutnya, keputusan pemindahan aktivitas belajar sepenuhnya mengikuti arahan pemerintah pusat selaku penyelenggara program Sekolah Rakyat.

"Kami mengikuti arahan pemerintah pusat. Pemindahan siswa ke gedung permanen dilakukan setelah pembangunan benar-benar siap digunakan. Selama menunggu penyelesaian pembangunan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di gedung sementara yang berada di eks Balai Latihan Kerja (LLK) Tarakan. Lokasi tersebut masih digunakan untuk menampung siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat," jelasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #pendidikan #Sekolah Rakyat