0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dua Jabatan Kepala OPD Segera Diisi, Pemkot Tarakan Gunakan Manajemen Talenta ASN

Zakaria RT • Senin, 6 Juli 2026 | 20:04 WIB
Wali Kota Tarakan, dr Khairul. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Wali Kota Tarakan, dr Khairul. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan mulai menata kembali struktur birokrasi setelah proses pengisian jabatan sekretaris daerah (sekda) definitif rampung. Fokus berikutnya adalah mengisi dua jabatan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong akibat pejabatnya memasuki masa purnatugas. Berbeda dengan mekanisme sebelumnya, pengisian jabatan kali ini akan mengacu pada sistem manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).

Wali Kota Tarakan, Khairul mengatakan, berakhirnya tahapan seleksi Sekda menandai selesainya proses seleksi terbuka di lingkungan Pemkot Tarakan. Selanjutnya, pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dilakukan berdasarkan hasil pemetaan talenta ASN yang telah disusun sesuai ketentuan pemerintah.

"Terakhir pansel ini sebenarnya Sekda. Sekarang perwalinya sudah selesai, jadi dua jabatan yang kosong karena pensiun itu akan kita isi menggunakan manajemen talenta," ujar Khairul, Senin (6/7).

Dua jabatan yang akan segera terisi yakni Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tarakan yang sebelumnya dijabat Eddy Suriansyah serta jabatan Sekretaris DPRD Kota Tarakan yang ditinggalkan Hamsyah karena memasuki masa pensiun.

Khairul menjelaskan, sistem manajemen talenta menempatkan kompetensi dan rekam jejak ASN sebagai dasar utama dalam menentukan promosi maupun mutasi jabatan. Pemerintah daerah telah memiliki pemetaan pegawai berdasarkan hasil asesmen sehingga calon pejabat dapat dipilih secara lebih terukur.

"Kalau kepala dinas nanti tinggal kita lihat di manajemen talenta. Siapa yang masuk kuadran 8 dan 9, itu yang menjadi prioritas untuk dipromosikan atau mengisi jabatan yang kosong," katanya.

Menurutnya, mekanisme tersebut tidak menutup kemungkinan munculnya pejabat baru dari kalangan administrator. ASN yang saat ini masih menduduki jabatan eselon III tetap memiliki kesempatan naik menjadi pejabat eselon II apabila memperoleh nilai yang memenuhi syarat dalam sistem manajemen talenta.

Sebaliknya, pejabat eselon II yang telah menjabat juga dapat bergeser ke perangkat daerah lain sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penyesuaian kebutuhan birokrasi. "Bisa saja dari eselon III dipromosikan ke eselon II, atau menggeser eselon II ke jabatan lain. Semua melihat hasil manajemen talenta," jelasnya.

Ia menerangkan, penilaian dalam manajemen talenta tidak hanya bertumpu pada capaian kinerja. Pemerintah juga mempertimbangkan hasil profiling, riwayat pendidikan, pendidikan dan pelatihan, serta berbagai indikator kompetensi yang telah memiliki bobot penilaian masing-masing.

"Profiling, pendidikan, pelatihan, kemudian kinerja semuanya ada bobot nilainya. Jadi tidak hanya satu aspek saja," ungkapnya.

 

Khairul menambahkan, hasil profiling ASN diperoleh melalui asesmen yang difasilitasi Lembaga Administrasi Negara (LAN). Proses tersebut menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) sehingga hasilnya dinilai objektif dan sulit dipengaruhi oleh kepentingan tertentu.

"Tesnya langsung menggunakan CAT dari LAN, jadi hasilnya keluar berdasarkan kemampuan masing-masing. Itu murni dan tidak bisa diatur," tegasnya.

Dengan penerapan manajemen talenta, Khairul berharap proses promosi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan semakin profesional, transparan, dan berbasis kompetensi. Menurutnya, sistem tersebut sekaligus memperkecil ruang pengambilan keputusan yang bersifat subjektif karena seluruh proses didasarkan pada data dan hasil evaluasi yang terukur.

"Sekarang penilaiannya lebih objektif. Ada hasil CAT, profiling, pendidikan, pelatihan, sampai kinerja. Jadi ruang untuk like and dislike semakin kecil karena semuanya berbasis data," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #opd #pemkot tarakan