TARAKAN – Tekanan harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi kembali menjadi tantangan bagi perekonomian Kota Tarakan. Kenaikan harga cabai rawit, bawang merah, bahan bakar kendaraan, hingga tarif angkutan udara mendorong inflasi Kota Tarakan kembali meningkat pada Juni 2026. Kondisi ini menunjukkan komoditas pangan strategis dan sektor transportasi masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan harga di daerah.
Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi mengatakan, inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,45 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) mencapai 1,87 persen dan inflasi tahunan (year-on-year/y-to-y) berada di angka 3,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,02.
"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi pada Juni 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan memberikan tekanan yang cukup besar terhadap pembentukan inflasi. Selain itu, kelompok transportasi juga memberikan kontribusi signifikan, terutama dipengaruhi kenaikan tarif angkutan udara serta penyesuaian harga bahan bakar kendaraan. Kondisi ini menyebabkan indeks harga konsumen mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya," ujarnya, Senin (6/7).
Ia menjelaskan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,23 persen. Kontribusi tersebut terutama berasal dari kenaikan harga cabai rawit dan bawang merah yang mengalami peningkatan selama Juni.
Selain itu, kelompok transportasi memberikan andil sebesar 0,14 persen akibat naiknya tarif angkutan udara dan penyesuaian harga bahan bakar kendaraan. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen, sama dengan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga.
Kelompok penyediaan makan minum atau restoran juga turut memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen. Adapun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan menyumbang 0,01 persen terhadap pembentukan inflasi Kota Tarakan selama Juni.
Meski demikian, tidak semua kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. BPS mencatat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya justru mengalami deflasi sebesar 0,03 persen. Sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami deflasi sebesar 0,01 persen sehingga ikut menahan laju inflasi secara keseluruhan.
"Pergerakan harga di setiap kelompok pengeluaran memang tidak sama. Ada kelompok yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi, tetapi ada juga yang mengalami penurunan. Deflasi pada beberapa kelompok tersebut ikut membantu meredam tekanan inflasi sehingga kenaikannya tidak lebih besar," jelasnya.
"Dinamika harga komoditas pangan dan biaya transportasi masih perlu terus dipantau karena keduanya menjadi komponen yang paling berpengaruh terhadap perkembangan inflasi di Tarakan. Stabilitas pasokan dan kelancaran distribusi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga laju inflasi tetap terkendali pada bulan-bulan berikutnya," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT