TARAKAN – Perubahan kondisi ekonomi masyarakat membuat data penerima bantuan sosial (bansos) harus terus diperbarui. Pemerintah pun menerapkan proses verifikasi dan pemutakhiran secara berkala agar bantuan yang disalurkan benar-benar diterima warga yang memenuhi syarat.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Tarakan, Arbain mengatakan, jumlah penerima bansos di Tarakan bersifat dinamis karena mengikuti hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta verifikasi lapangan yang dilakukan secara berkala.
"Setiap tahun bahkan setiap periode ada perubahan data. Ada masyarakat yang masuk sebagai penerima baru, tetapi ada juga yang keluar karena kondisinya sudah dinilai mampu. Itu merupakan bagian dari mekanisme pemerintah agar bantuan tetap tepat sasaran," katanya, Minggu (5/7).
Ia mengungkapkan, berdasarkan data terbaru terdapat sekitar 5.779 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Tarakan. Sementara penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berjumlah 8.333 KPM, sedangkan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang iurannya ditanggung pemerintah mencapai 56.595 jiwa.
Menurut Arbain, salah satu mekanisme yang menyebabkan perubahan data adalah proses graduasi, yakni penghapusan status penerima bagi keluarga yang dinilai telah mandiri secara ekonomi.
"Salah satu mekanisme yang diterapkan pemerintah adalah proses graduasi bagi keluarga yang dinilai sudah mampu secara ekonomi. Melalui mekanisme tersebut, keluarga yang telah sejahtera akan dikeluarkan dari daftar penerima manfaat sehingga kuota bantuan dapat dialihkan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan," tegasnya.
Arbain menambahkan, pemutakhiran DTSEN menjadi dasar penting dalam menentukan penerima manfaat seluruh program bansos. Karena itu, pihaknya terus melakukan pencocokan dan pembaruan data agar tidak terjadi kesalahan sasaran.
Ia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila terdapat perubahan kondisi ekonomi maupun administrasi kependudukan yang dapat memengaruhi status kepesertaan bantuan sosial.
"Dengan pembaruan data yang dilakukan secara berkala, kami berharap seluruh program bantuan sosial dapat disalurkan secara tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang berhak menerima," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT