0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

ORI Kaltara Soroti Kendala Dokter Subspesialis di RSUD dr Jusuf SK

Zakaria RT • Minggu, 28 Juni 2026 | 19:49 WIB
Kepala ORI Perwakilan Kaltara, Maria Ulfah. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala ORI Perwakilan Kaltara, Maria Ulfah. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Utara menyoroti persoalan ketersediaan dokter subspesialis di RSUD dr Jusuf SK Tarakan yang dinilai berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam waktu dekat, ORI berencana melakukan kunjungan untuk meminta penjelasan langsung kepada manajemen rumah sakit.

Kepala ORI Perwakilan Kaltara, Maria Ulfah mengatakan, pihaknya ingin mengetahui akar persoalan yang menyebabkan pelayanan kesehatan terganggu, termasuk berhentinya dokter bedah anak yang sebelumnya dimiliki RSUD dr Jusuf SK.

"Insya Allah dalam waktu dekat kami akan mengagendakan kunjungan ke RSUD dr Jusuf SK. Kita juga perlu mengetahui apa saja yang menjadi kendala utama dalam pelayanan, apakah dari segi fasilitas, anggaran atau lainnya. Karena sebelumnya kalau dari berita yang saya baca, RSUD dr Jusuf SK mengakui memiliki dokter bedah anak, tapi kemudian dokter ini berhenti. Sehingga ini juga menjadi catatan khusus apa penyebab berhentinya dokter ini," terangnya, Minggu (28/6).

Maria menegaskan, pelayanan kesehatan merupakan layanan dasar yang harus tetap berjalan optimal. Menurutnya, regulasi dan tata kelola pelayanan perlu diperkuat agar tidak mudah terdampak perubahan kebijakan maupun dinamika politik.

"Sehingga dengan regulasi layanan pendidikan dan kesehatan dapat berjalan optimal di tengah ketidakpastian dan kebijakan politik yang bisa saja membuat kedua layanan dasar ini terdampak," tukasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan tenaga medis bukan kali pertama menjadi sorotan. Sebelumnya, layanan kemoterapi bagi pasien kanker juga sempat terkendala karena dokter spesialis yang bertugas dilaporkan lebih sering berada di luar daerah.

"Karena sebelumnya pada kasus layanan kemoterapi pada penderita kanker, permasalahan juga pada dokter yang dilaporkan lebih sering di Jakarta daripada stay di sini. Secara profesional seharusnya dokter tersebut harus berada di sini sebagai bentuk tanggung jawab pengabdian," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#dokter subspesialis #tarakan #dokter #RSUD Jusuf SK