TARAKAN - Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas tenaga pendidik dan proses pembelajaran, tetapi juga didukung ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Berangkat dari hal tersebut, Pemerintah Kota Tarakan mulai menjalankan Program Revitalisasi Sekolah Dasar (SD) Tahun 2026 sebagai upaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.
Tahapan awal program tersebut diawali dengan Rapat Koordinasi Kegiatan Pembangunan dan Rehabilitasi Sekolah Program Revitalisasi SD Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan melalui Bidang Patroli Keamanan Sekolah (PKS) Seksi Sarana dan Prasarana.
Saat dikonfirmasi,n Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Tamrin Toha mengatakan, koordinasi sejak awal menjadi bagian penting agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.
"Program revitalisasi ini merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Kami ingin memastikan seluruh proses pembangunan dan rehabilitasi berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, tepat mutu, serta memberikan manfaat yang maksimal bagi peserta didik maupun tenaga pendidik," ujarnya, Sabtu (27/6).
Menurut Tamrin, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas hasil pekerjaan yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah. Karena itu, setiap pihak yang terlibat diminta menjalankan tugas sesuai peran masing-masing dan menjaga komunikasi selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
Ia menilai, tersedianya fasilitas pendidikan yang layak akan berdampak langsung terhadap kenyamanan proses belajar mengajar. Ruang belajar yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi siswa sekaligus mendukung guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
"Sekolah yang memiliki sarana dan prasarana memadai tentu akan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif. Harapan kami, kondisi tersebut dapat mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran sehingga mutu layanan pendidikan di Kota Tarakan juga terus meningkat," katanya.
Selain menekankan kualitas hasil pembangunan, Disdik juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pekerjaan. Pengawasan akan dilakukan agar pelaksanaan pembangunan sesuai dengan spesifikasi teknis dan jadwal yang telah ditentukan.
Tamrin berharap Program Revitalisasi SD Tahun 2026 dapat berjalan tanpa kendala sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh seluruh sekolah penerima program. Menurutnya, perbaikan infrastruktur pendidikan merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul.
"Melalui revitalisasi sekolah ini kami berharap peserta didik dapat belajar di lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, kualitas layanan pendidikan di Kota Tarakan akan semakin meningkat. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program ini agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan," tutupnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT