TARAKAN - Sekolah Rakyat 59 Tarakan bersiap menempati gedung baru yang dibangun pemerintah pusat sebagai bagian dari program pengembangan Sekolah Rakyat di Indonesia. Meski proses teknis perpindahan masih menunggu petunjuk resmi, seluruh aktivitas belajar mengajar dipastikan akan dipindahkan ke lokasi baru mulai Juli 2026.
Kepala Sekolah Rakyat 59 Tarakan, Marisa Aulia mengatakan, hingga saat ini pihak sekolah belum menerima informasi rinci terkait mekanisme perpindahan maupun teknis pengangkutan sarana dan prasarana ke gedung baru.
“Kalau ditanya persiapannya seperti apa, saya belum bisa memberikan banyak informasi karena memang belum ada petunjuk teknis yang kami terima. Yang pasti seluruh kegiatan nantinya akan pindah ke gedung baru,” ujarnya, Minggu (21/6).
Marisa menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah memiliki tahapan yang berbeda-beda. Sebagian sekolah telah memiliki bangunan yang selesai 100 persen dan siap digunakan secara penuh, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pembangunan maupun penyelesaian fasilitas pendukung.
Menurutnya, Sekolah Rakyat 59 Tarakan masuk dalam kelompok sekolah yang akan mulai beroperasi dengan status fungsional. Artinya, kegiatan pendidikan dapat berjalan meskipun beberapa fasilitas pendukung masih dalam tahap penyempurnaan.
“Kami termasuk sekolah yang akan pindah dalam kondisi fungsional. Jadi fasilitas yang sifatnya wajib dan mendesak sudah tersedia seperti ruang kelas, asrama dan ruang makan. Sementara fasilitas lain bisa diselesaikan sambil kegiatan sekolah berjalan,” terangnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT