Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Open Sky ASEAN Batasi Rute Internasional, Ekspor Langsung Kaltara Belum Optimal

Eliazar Simon • Minggu, 14 Juni 2026 | 15:15 WIB
Kepala Bidang Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Bandara Juwata Tarakan, Daverius Maarang. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
Kepala Bidang Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Bandara Juwata Tarakan, Daverius Maarang. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Upaya Kalimantan Utara memperkuat jalur ekspor langsung ke pasar internasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya terkait keterbatasan akses dalam skema Open Sky ASEAN yang belum sepenuhnya memberikan keleluasaan bagi Bandara Juwata Tarakan membuka rute internasional secara langsung.

Kepala Bidang Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Bandara Juwata Tarakan, Daverius Maarang menjelaskan, dalam mekanisme Open Sky ASEAN terdapat ketentuan tertentu mengenai bandara yang dapat beroperasi sebagai pintu masuk dan keluar penerbangan internasional.

“Dalam skema Open Sky ASEAN, tidak semua bandara bisa langsung membuka rute internasional. Ada bandara tertentu yang memang menjadi pintu utama,” ujarnya.

Menurut Daverius, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Tarakan yang saat ini sedang berupaya memperkuat perannya sebagai gerbang ekspor Kalimantan Utara, khususnya untuk komoditas perikanan yang memiliki pasar potensial di berbagai negara.

Padahal, keberadaan penerbangan langsung dinilai sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk daerah. Selama ini, sejumlah komoditas ekspor masih harus melalui bandara penghubung sehingga menambah waktu dan biaya logistik.

Ia mengungkapkan, pengiriman produk perikanan melalui jalur tidak langsung dapat memakan waktu hingga 30 jam. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas produk sekaligus mengurangi efisiensi biaya pengiriman.

Sebaliknya, jika penerbangan internasional langsung dapat diperluas, waktu tempuh pengiriman akan lebih singkat sehingga komoditas asal Kaltara memiliki daya saing yang lebih baik di pasar global.

“Penguatan akses penerbangan internasional menjadi bagian penting untuk memperkuat posisi Tarakan sebagai penghubung ekspor di wilayah perbatasan,” tegasnya.

Selain berdampak pada kelancaran distribusi barang, ekspor langsung juga memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Aktivitas perdagangan yang tercatat secara resmi akan berkontribusi terhadap peningkatan devisa dan penerimaan negara.

“Dengan ekspor ini berjalan, maka devisa tercatat, pajak masuk, dan aktivitas ekonomi yang sebelumnya tidak tercatat bisa masuk ke sistem resmi,” katanya.

Karena itu, penguatan status dan konektivitas Bandara Juwata sebagai bandara internasional dinilai menjadi langkah strategis untuk mendukung pengembangan ekonomi Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan negara lain. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#open sky asean #tarakan #kaltara #ekspor #bandara