Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Porprov Kaltara Harus Jadi Arena Prestasi, Bukan Uji Coba Atlet Junior

Eliazar Simon • Minggu, 14 Juni 2026 | 15:09 WIB
PRESTASI : Porprov II Kaltara 2026 harus sebagai arena prestasi menuju level nasional, bukan sekadar sarana pembinaan atlet muda. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
PRESTASI : Porprov II Kaltara 2026 harus sebagai arena prestasi menuju level nasional, bukan sekadar sarana pembinaan atlet muda. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Porprov II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 mengingatkan seluruh cabang olahraga agar tidak keliru memahami tujuan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi. Ajang yang akan digelar di Kabupaten Malinau itu ditegaskan sebagai arena prestasi menuju level nasional, bukan sekadar sarana pembinaan atlet muda.

Ketua Panwasrah Porprov II Kaltara, Dr. Wiyono Adie, M.SE., MPPM mengatakan, pihaknya masih menemukan pandangan dari sejumlah cabang olahraga yang ingin menjadikan Porprov sebagai tempat menguji atlet-atlet junior dengan alasan pembinaan.

Menurutnya, paradigma tersebut sudah tidak relevan karena Porprov merupakan kompetisi prestasi yang menjadi bagian dari proses seleksi dan pemetaan kekuatan atlet menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON).

“Tidak ada istilah itu. Porprov sudah berbicara prestasi. Output-nya menuju BK PON. Konsumennya provinsi. Jadi jangan sampai ada cabang olahraga yang menganggap Porprov hanya untuk pembinaan,” tegasnya.

Wiyono menilai kualitas pertandingan akan sulit mencapai standar yang diharapkan apabila masing-masing daerah tidak menurunkan atlet terbaiknya. Karena itu, seluruh pengprov diminta mempersiapkan atlet unggulan sejak dini agar hasil Porprov benar-benar dapat menjadi tolok ukur pembinaan olahraga di Kaltara.

Selain menekankan aspek prestasi, Panwasrah juga tengah mempersiapkan perangkat teknis penyelenggaraan. Salah satu tahapan yang saat ini menjadi fokus adalah penunjukan Technical Delegate (TD) pada setiap cabang olahraga.

TD nantinya bertugas mengawal seluruh aspek teknis pertandingan, mulai dari penyusunan Technical Handbook, pengawasan pelaksanaan pertandingan hingga memastikan seluruh regulasi berjalan sesuai ketentuan.

Panwasrah bahkan mengingatkan cabang olahraga yang belum memiliki TD resmi berpotensi tidak dapat dipertandingkan dalam Porprov 2026. “Kalau tidak ada TD, sangat mungkin cabang olahraga itu kami tunda atau kami skip sementara,” ujar Wiyono.

Setelah tahapan penunjukan TD selesai, Panwasrah akan melanjutkan agenda Rakornis, pembentukan Tim Keabsahan dan Dewan Hakim, serta CDM Meeting sebagai bagian dari persiapan akhir menuju pelaksanaan Porprov.

Hingga kini jadwal Porprov II Kaltara masih mengacu pada target September 2026 sambil menunggu keputusan resmi apabila terdapat perubahan dari pemerintah daerah maupun KONI. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#porprov kaltara #kaltara #olahraga