TARAKAN - Ancaman tsunami yang sempat memicu kewaspadaan di wilayah Kalimantan Utara, termasuk Kota Tarakan, resmi berakhir pada Rabu (8/6). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi telah aman setelah peringatan dini tsunami yang dikeluarkan akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di dekat Kepulauan Filipina dicabut pada pukul 11.15 Wita.
Kepala BMKG Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan begitu informasi potensi tsunami diterbitkan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
“Memang tadi pagi BMKG merilis peringatan terkait potensi tsunami akibat gempa magnitudo 7,7 yang terjadi di dekat Filipina. Salah satu wilayah yang masuk dalam area potensi dampak adalah Kalimantan Utara, termasuk Tarakan. Kami langsung menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat dan stakeholder terkait,” ujarnya.
Setelah dilakukan pemantauan secara intensif, BMKG kemudian mengumumkan berakhirnya peringatan dini tsunami. Masyarakat yang sempat meningkatkan kewaspadaan diminta kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir.
“Pada pukul 11.15 Wita, peringatan dini tsunami secara resmi telah diakhiri. Kami mengimbau masyarakat untuk kembali beraktivitas seperti biasa dan kembali ke rumah tanpa rasa khawatir. Namun demikian, masyarakat tetap harus waspada dan selalu mengikuti informasi resmi dari kanal-kanal BMKG,” katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT