Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Cricket Kaltara Siap Tampil di Porprov Malinau, Tak Lagi Bergantung pada Wasit dari Pusat

Eliazar Simon • Minggu, 7 Juni 2026 | 20:20 WIB
SIAP : PCI Kaltara memastikan cabang olahraga cricket siap dipertandingkan pada Porprov II Kaltara 2026 di Kabupaten Malinau. ISTIMEWA
SIAP : PCI Kaltara memastikan cabang olahraga cricket siap dipertandingkan pada Porprov II Kaltara 2026 di Kabupaten Malinau. ISTIMEWA

TARAKAN – Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan cabang olahraga cricket siap dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kaltara 2026 di Kabupaten Malinau. Tak hanya memenuhi syarat kepesertaan, cricket juga kini telah memiliki perangkat pertandingan lokal sehingga tidak lagi bergantung penuh pada bantuan pengurus pusat.

Sekretaris PCI Kaltara, Rizkiyanto mengatakan, kesiapan tersebut merupakan hasil pembinaan yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini cricket telah memiliki kepengurusan aktif di empat kabupaten/kota, yakni Tarakan, Bulungan, Malinau, dan Nunukan.

Jumlah tersebut bahkan melampaui syarat minimal yang ditetapkan untuk sebuah cabang olahraga dapat dipertandingkan pada Porprov. “Sebenarnya kami sudah memenuhi syarat minimal tiga pengurus kabupaten dan kota. Sedangkan kami sudah empat. Bahkan pada Porprov pertama juga sudah dipertandingkan,” ujarnya.

Terkait venue pertandingan, PCI Kaltara memperoleh informasi bahwa lapangan cricket akan ditempatkan di kawasan Malinau Kota. Meski demikian, pihaknya masih menunggu kesempatan untuk melakukan peninjauan langsung terhadap lokasi yang akan digunakan.

“Untuk lapangan cricket itu akan ditempatkan di Malinau Kota. Informasinya seperti itu. Tapi kita belum lihat venue-nya,” katanya.

Selain kesiapan organisasi, PCI Kaltara juga memastikan kesiapan perangkat pertandingan. Jika pada Porprov pertama pihaknya masih harus meminta bantuan pengurus pusat untuk menyediakan umpire (wasit) dan petugas scoring booth, kini sumber daya manusia lokal sudah mulai tersedia.

Menurut Rizkiyanto, kondisi tersebut menjadi indikator positif perkembangan cricket di Kaltara karena menunjukkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah.

“Kemarin kalau di Porprov pertama kita minta bantuan dari pengurus pusat. Kemungkinan tahun ini kalau untuk umpire, kemudian scoring booth, insyaAllah kita sudah ada,” ujarnya.

Meski demikian, PCI Kaltara tetap berharap pengurus pusat dapat menugaskan satu hingga dua orang sebagai technical delegate guna memastikan pertandingan berjalan sesuai standar nasional.

Di sektor atlet, PCI Kaltara juga tidak mengalami kendala. Pembinaan yang dilakukan melalui sekolah-sekolah dinilai berhasil menjaga regenerasi atlet tetap berjalan. Banyak pelatih dan pembina cricket di daerah berasal dari kalangan guru olahraga yang aktif melakukan pembinaan di lingkungan pendidikan.

“Kebetulan pembinaan cricket di daerah jalan karena rata-rata guru olahraga di sekolahnya masing-masing. Jadi memang pembinaannya dilakukan melalui sekolah-sekolah,” jelasnya.

Menjelang pelaksanaan Porprov II, PCI Kaltara meminta seluruh pengurus cabang di kabupaten/kota segera melakukan seleksi atlet. Langkah tersebut penting agar masing-masing daerah dapat mengirimkan atlet terbaiknya ke ajang olahraga terbesar di Kaltara tersebut.

“Kami imbau pengcab melakukan persiapan dengan melaksanakan seleksi. Dari hasil seleksi itulah nanti bisa mewakili daerahnya untuk bertanding di Porprov II,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#cricket #porprov kaltara #kaltara #olahraga