Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Nilai TKA Dapat Tambahan 50 Poin di Jalur Prestasi SPMB SMP Tarakan, Ini Penjelasannya

Zakaria RT • Kamis, 4 Juni 2026 | 18:37 WIB
Kabid Dikdas Disdik Kota Tarakan, Edhy Pujianto. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kabid Dikdas Disdik Kota Tarakan, Edhy Pujianto. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini menjadi salah satu komponen penilaian dalam jalur prestasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kota Tarakan. Siswa yang meraih kategori istimewa bahkan berpeluang memperoleh tambahan bobot nilai hingga 50 poin.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Tarakan, Edhy Pujianto mengatakan, kebijakan tersebut menjadi salah satu pembaruan dalam pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027.

“Yang cukup menarik tahun ini adalah jalur prestasi di SMP. Selain prestasi akademik maupun non-akademik yang selama ini sudah berlaku, sekarang kami juga mengakomodasi hasil TKA sebagai salah satu komponen penilaian,” ujarnya, Kamis (4/6).

Ia menjelaskan, peserta didik yang memperoleh nilai minimal 95 pada aspek numerasi dan literasi akan masuk kategori istimewa. Hasil tersebut kemudian mendapatkan bobot nilai sebesar 50 poin dalam seleksi jalur prestasi.

“Kalau nilai numerasi dan literasinya sama-sama di atas 95, maka masuk kategori istimewa dan mendapatkan bobot 50. Sedangkan kategori baik memperoleh bobot 40. Ini bisa digunakan untuk jalur prestasi,” terangnya.

Menurut Edhy, hasil TKA bukan satu-satunya komponen yang diperhitungkan dalam jalur prestasi. Nilai rapor siswa sejak kelas IV hingga semester awal kelas VI tetap menjadi bagian dari penilaian, begitu pula berbagai prestasi akademik maupun non-akademik yang pernah diraih peserta didik.

Disdik Kota Tarakan juga memberikan keleluasaan kepada calon peserta didik untuk menggunakan komponen prestasi yang memiliki nilai bobot paling tinggi sehingga peluang diterima melalui jalur prestasi dapat lebih optimal.

“Kalau siswa memiliki beberapa jenis prestasi, misalnya nilai rapor bagus, hasil TKA tinggi, atau memiliki prestasi lomba akademik maupun non-akademik, nanti bisa memilih yang nilai bobotnya paling menguntungkan. Sistem akan menggunakan salah satu yang tertinggi,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tes kemampauan akademik #tarakan #sekolah #tka #spmb