Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Skema Kolaborasi dengan Warga Jadi Upaya Perluas Jangkauan CCTV di Tarakan, Ini Penjelasannya

Zakaria RT • Rabu, 3 Juni 2026 | 20:21 WIB
MEMASANG: Pemasangan CCTV di salah satu titik pusat kota yang dilakukan DKISP Tarakan beberapa waktu lalu. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
MEMASANG: Pemasangan CCTV di salah satu titik pusat kota yang dilakukan DKISP Tarakan beberapa waktu lalu. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Keterbatasan anggaran dan infrastruktur tidak menyurutkan upaya Pemerintah Kota Tarakan dalam memperluas jangkauan kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV). Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Tarakan bahkan menyiapkan pola kolaborasi dengan masyarakat, pelaku usaha hingga instansi lain untuk mendukung pengembangan sistem pengawasan kota.

Kepala DKISP Tarakan, Endah Sarastiningsih mengatakan, pengembangan CCTV tidak hanya berbicara soal pengadaan perangkat, tetapi juga ketersediaan jaringan internet, sumber listrik, serta lokasi pemasangan yang strategis agar kamera dapat berfungsi maksimal.

“Karena kan listriknya ambil di mana, kemudian internetnya bagaimana caranya. Itu yang harus dipertimbangkan. CCTV ini tidak bisa dipasang sembarangan karena harus berada di titik yang memang memberikan manfaat pengawasan,” ujarnya, Rabu (3/6).

Menurut Endah, DKISP selama ini telah menjalin kerja sama dengan masyarakat di sejumlah lokasi yang belum terjangkau fasilitas listrik pemerintah. Melalui kesepakatan bersama, kebutuhan daya listrik CCTV ditumpangkan pada jaringan milik warga dengan kompensasi pembayaran yang ditanggung pemerintah.

“Ada beberapa yang seperti itu. Jadi KWH-nya kita menumpang ke masyarakat melalui kesepakatan atau MoU. Kemudian kita juga membantu membayar penggunaan listriknya. Biasanya itu dilakukan di titik-titik yang memang belum terjangkau,” katanya.

Ia menjelaskan, penempatan CCTV juga memiliki tantangan tersendiri. Selain harus berada pada titik yang memiliki tingkat aktivitas tinggi, kamera juga membutuhkan tiang penyangga dengan posisi dan ketinggian tertentu agar jangkauan pemantauan lebih optimal.

“Tidak mudah menemukan titik yang tepat. Biasanya kita menumpang di tiang listrik atau tiang yang memang sudah tersedia. CCTV harus berada pada posisi strategis supaya titik pantauannya sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, DKISP saat ini tengah menyusun master plan pengembangan CCTV Kota Tarakan. Dokumen tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam menentukan lokasi prioritas pemasangan kamera pengawas di seluruh wilayah kota. Endah mengatakan master plan juga akan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, pelaku usaha, hotel hingga masyarakat.

“Ketika master plan itu sudah ada, kita bisa melihat titik-titik mana yang bisa berkolaborasi dengan kepolisian karena mereka juga memiliki fasilitas di traffic light. Kita juga bisa bekerja sama dengan hotel atau pihak lain yang memiliki posisi strategis untuk pemantauan jalan,” tukasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #cctv #DKISP