NUNUKAN - Rentetan peristiwa kebakaran terjadi di Nunukan dalam beberapa hari terakhir. Tercatat lima kejadian kebakaran dalam kurun lima hari terakhir. Dugaan penyebab beragam mulai korsleting listrik hingga kelalaian.
Menanggapi peristiwa ini, Kepala Seksi Bantuan Penyelamatan dan Evakuasi/Rescue Disdamkartan Nunukan, Aris Pratama Sanmigo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab, kebakaran dalam kurun waktu lima hari di wilayah Kabupaten Kabupaten Nunukan dan Sebatik terjadi.
Menurutnya, rangkaian peristiwa yang terjadi sejak 29 Mei hingga 3 Juni 2026 menjadi perhatian serius pihak damkar. Sebab, sebagian besar dipicu oleh kebocoran gas, korsleting listrik, hingga kelalaian dalam penggunaan api di rumah tangga maupun lingkungan usaha.
"Kejadian tersebut harus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih disiplin dan berhati-hati dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Kebakaran sering kali berawal dari hal-hal kecil yang dianggap sepele. Dengan meningkatkan kewaspadaan, disiplin dan risiko kebakaran dapat diminimalkan,” ucap Aris Pratama Sanmigo, Rabu (2/6)
Dijelaskan peristiwa pertama terjadi pada Jumat (29/5) di Kampung Pukat, Jalan Hasanuddin RT 11, Kelurahan Nunukan Utara. Kebakaran dipicu kebocoran tabung gas di dalam rumah warga yang sempat menimbulkan kobaran api.
Kemudian, pada Sabtu (30/5), kebakaran melanda sebuah gudang penyimpanan kardus dan plastik di Jalan Manunggal Bakti RT 12, kawasan Pangkalan Posal, Nunukan.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan di sekitar lokasi. Akibat kejadian tersebut, seluruh bangunan gudang hangus terbakar dan satu rumah warga turut terdampak.
Selanjutnya, pada Senin (1/6) pagi, kebakaran kembali terjadi di Jalan Dewi Sartika RT 08, Sei Lancang, Kelurahan Nunukan Selatan. Sebuah rumah sarang burung walet dilaporkan terbakar setelah warga mendengar suara ledakan sebelum api membesar.
Dugaan awal kebakaran mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari meteran bangunan. Dan teranyar, rumah produksi tempat pembakaran batu bata merah di Jalan Ujang Dewa RT 08, Nunukan Selatan, pada Rabu (3/6) siang.
Selain meminta kewaspadaan masyarakat ditingkatkan. Ia juga menganjurkan masyarakat untuk menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah awal penanganan kebakaran di rumah maupun lingkungan sekitar.
"Imbauan ke masyarakat agar tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan tabung gas dalam kondisi aman, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT