Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Empat Hari Tak Pulang, Warga Tarakan Dicari Tim SAR di Hutan Rumah Adat Tidung

Zakaria RT • Rabu, 3 Juni 2026 | 20:08 WIB
PENCARIAN : Basarnas Tarakan menggelar operasi pencarian terhadap warga Lingkas Ujung  yang dilaporkan hilang saat mencari daun nipah di kawasan hutan sekitar Rumah Adat Tidung. BASARNAS TARAKAN 
PENCARIAN : Basarnas Tarakan menggelar operasi pencarian terhadap warga Lingkas Ujung  yang dilaporkan hilang saat mencari daun nipah di kawasan hutan sekitar Rumah Adat Tidung. BASARNAS TARAKAN 

TARAKAN – Seorang warga Lingkas Ujung, Kota Tarakan, dilaporkan hilang saat mencari daun nipah di kawasan hutan sekitar Rumah Adat Tidung, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat. Korban bernama Herman (45) belum kembali ke rumah sejak Sabtu (30/5), sehingga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan menggelar operasi pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Syahril mengatakan, laporan mengenai hilangnya korban diterima pada Rabu (3/6) sekitar pukul 16.20 Wita dari Rosdiana, rekan korban.

“Laporan kami terima dari pihak keluarga dan rekan korban pada Rabu sore. Setelah menerima informasi tersebut, kami langsung mengerahkan tim untuk melaksanakan operasi pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir korban beraktivitas,” ujar Syahril.

Berdasarkan informasi yang diterima Basarnas, Herman terakhir kali terlihat pada Sabtu (30/5) sekitar pukul 15.00 Wita saat pergi mencari daun nipah di kawasan hutan Rumah Adat Tidung. Namun hingga empat hari berlalu, korban tidak kunjung kembali ke rumah dan tidak dapat dihubungi.

“Korban diketahui pergi mencari daun nipah pada Sabtu lalu dan hingga saat ini belum kembali ke rumah. Karena sudah beberapa hari tidak ada kabar, keluarga kemudian meminta bantuan SAR untuk melakukan pencarian,” katanya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung melaksanakan briefing dan bergerak menuju lokasi pada pukul 16.36 Wita. Lokasi pencarian berada di kawasan hutan Rumah Adat Tidung, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat.

Area pencarian berjarak sekitar 1,7 kilometer dari Kantor SAR Tarakan dengan waktu tempuh sekitar 15 menit melalui jalur darat. Dalam operasi hari pertama (H1), Basarnas Tarakan mengerahkan berbagai peralatan pendukung untuk memaksimalkan pencarian.

“Pada operasi hari pertama, kami mengerahkan personel beserta peralatan pendukung seperti motor trail, drone, alat komunikasi, dan perlengkapan medis untuk memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian,” jelas Syahril.

Peralatan yang digunakan dalam operasi tersebut meliputi tiga unit motor trail, satu unit drone, tiga unit alat komunikasi, serta satu set perlengkapan medis. Selain personel Basarnas, pencarian juga melibatkan keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Tim SAR melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur aktivitas korban saat mencari daun nipah. Kondisi medan yang didominasi kawasan hutan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.

“Pencarian dilakukan bersama unsur keluarga dan masyarakat dengan menyisir area hutan serta jalur-jalur yang kemungkinan dilalui korban saat mencari daun nipah,” ujarnya.

Syahril menambahkan, kondisi cuaca di lokasi pencarian pada hari pertama relatif mendukung karena berada dalam kondisi cerah berawan. Hal tersebut diharapkan dapat membantu tim dalam memperluas area penyisiran.

“Kami berharap kondisi cuaca yang cukup mendukung dapat membantu proses pencarian. Tim akan berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan korban secepatnya,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #orang hilang #basarnas #tim sar