TARAKAN – Pengemudi ojek online (ojol) dinilai memiliki posisi strategis dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di Kota Tarakan. Tingginya mobilitas mereka di jalan raya membuat komunitas ini dipandang mampu menjadi agen keselamatan yang membantu menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.
Pandangan tersebut disampaikan Satlantas Polres Tarakan saat berdialog dengan komunitas ojek online dalam program Polantas Menyapa, Selasa (2/6). Melalui kegiatan itu, kepolisian menekankan pentingnya keterlibatan pengemudi ojol dalam menyebarkan kesadaran berlalu lintas kepada masyarakat.
Kasat Lantas Polres Tarakan IPTU Ardi Wisnu Pradana mengatakan, pengemudi ojek online merupakan kelompok pengguna jalan yang setiap hari berhadapan langsung dengan berbagai kondisi lalu lintas. Karena itu, perilaku berkendara mereka turut memengaruhi tingkat keselamatan di jalan.
Menurutnya, pengemudi ojol tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya dalam mematuhi aturan lalu lintas.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat sinergi dengan komunitas ojek online serta masyarakat, sekaligus mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Kota Tarakan,” ujarnya.
Ardi menilai keberadaan ojol menjadi bagian penting dalam ekosistem transportasi perkotaan. Selain melayani mobilitas masyarakat, pengemudi ojol juga berada di garis depan dalam membangun budaya berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
Ia menegaskan, upaya menciptakan lalu lintas yang aman tidak dapat dilakukan hanya oleh kepolisian. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas ojol yang setiap hari beraktivitas di jalan raya.
Menurutnya, semakin tinggi kesadaran pengemudi terhadap pentingnya keselamatan, semakin besar pula dampaknya terhadap pengguna jalan lainnya. Hal itu dapat dimulai dari kepatuhan menggunakan helm, melengkapi surat kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas hingga mengutamakan keselamatan penumpang.
“Polantas dan ojol adalah sahabat di jalan. Polantas menjaga keselamatan, ojol menyebarkan keselamatan. Bersama kita hadir untuk melindungi setiap perjalanan masyarakat,” tegasnya.
Satlantas berharap pengemudi ojol tidak hanya menjadi pengguna jalan yang patuh aturan, tetapi juga mampu menjadi mitra kepolisian dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Dengan jumlah pengemudi yang terus bertambah dan aktivitas yang berlangsung hampir sepanjang hari, komunitas ojol dinilai memiliki potensi besar menjadi pelopor keselamatan jalan di Kota Tarakan. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT