TARAKAN - Aktivitas perdagangan rumput laut di Kota Tarakan saat ini didukung oleh sedikitnya 119 pengepul, yang terdiri dari 112 pengepul skala kecil dan tujuh pengepul skala besar yang tersebar di berbagai wilayah pesisir. Di tengah rantai perdagangan yang telah berjalan tersebut, pemerintah menyiapkan pembangunan resi gudang sebagai instrumen tambahan untuk memperkuat tata niaga sekaligus meningkatkan posisi tawar pembudidaya.
Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan Tarakan, Husna Ersant Dirgantara mengatakan, keberadaan resi gudang diharapkan dapat memberikan alternatif bagi pembudidaya ketika harga rumput laut mengalami penurunan. Dengan fasilitas penyimpanan yang memadai, petani tidak harus menjual hasil panennya secara langsung saat kondisi pasar kurang menguntungkan.
“Resi gudang ini penanganan di hilir. Tetapi kami juga terus mencoba membenahi dari hulunya, mulai dari pasca panen, penjemuran sampai pemasaran agar kualitas rumput laut Tarakan semakin baik,” katanya, Selasa (2/6).
Menurut Ersant, pembangunan resi gudang hanya menjadi salah satu bagian dari upaya penguatan sektor rumput laut. Di sisi lain, pemerintah tetap fokus melakukan pembenahan pada aspek budidaya hingga pemasaran agar kualitas produk yang dihasilkan pembudidaya terus meningkat.
Ia menjelaskan, sistem resi gudang juga diyakini dapat membantu menjaga kestabilan pasokan di pasar sekaligus mengurangi potensi permainan harga yang dapat merugikan petani. Dengan adanya tempat penyimpanan, pembudidaya memiliki ruang untuk menentukan waktu penjualan yang lebih menguntungkan.
“Selama ini pengepul sudah memiliki gudang masing-masing. Kalau jumlah pengepul ada 112 unit untuk skala kecil dan tujuh unit untuk skala besar. Dengan adanya resi gudang, harga jual diharapkan bisa lebih baik dan pengelolaan bisa dilakukan oleh koperasi. Tetapi itu nanti tergantung kebijakan daerah siapa yang akan mengelola resi gudang tersebut,” ujarnya.
Saat ini aktivitas perdagangan rumput laut di Tarakan memang masih ditopang oleh jaringan pengepul yang tersebar di berbagai wilayah pesisir. Para pengepul tersebut umumnya telah memiliki fasilitas penyimpanan sendiri untuk menampung hasil panen para pembudidaya sebelum dipasarkan ke luar daerah.
Meski demikian, pemerintah menilai keberadaan resi gudang tetap diperlukan sebagai instrumen tambahan yang dapat memperkuat tata niaga rumput laut. Selain meningkatkan posisi tawar petani, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada pembudidaya.
“Untuk pembangunannya sendiri berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang. Harapannya dengan adanya resi gudang, pengelolaan hasil panen menjadi lebih baik dan pembudidaya memiliki pilihan ketika kondisi harga sedang tidak stabil,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT