TARAKAN - Berkurangnya bantuan hibah akibat efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam membantu pembangunan daerah. Pemerintah Kota Tarakan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengimbau seluruh ormas agar tetap aktif berkontribusi di tengah masyarakat dan memperkuat sinergi dengan pemerintah meski dukungan anggaran tahun ini sangat terbatas.
Saat dikonfirmasi, Kepala Kesbangpol Kota Tarakan, Muhammad Haris mengatakan, bantuan Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) sebesar Rp 25 juta. Angka itu menunjukkan pengurangan 50 persen dari besaran anggaran yang diajukan sebesar Rp 50 juta. "Tahun ini hanya dapat Rp 25 juta, padahal sebelumnya diusulkan Rp 50 juta," jelasnya, Senin (1/6).
Dirinya menjelaskan, ormas selama ini menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan masyarakat, serta membantu menyukseskan berbagai program pembangunan. Karena itu, ia berharap aktivitas organisasi tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan hibah daerah.
"Semangat pengabdian kepada masyarakat seharusnya tetap menjadi landasan utama organisasi kemasyarakatan dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Kami berharap seluruh ormas tetap aktif menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, membantu menyelesaikan persoalan sosial, serta mendukung program-program pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan kondisi keuangan daerah saat ini membuat pemerintah harus melakukan penyesuaian anggaran di berbagai sektor, termasuk pada alokasi hibah untuk organisasi kemasyarakatan. Akibatnya, sebagian besar usulan bantuan yang masuk tahun ini belum dapat diakomodasi.
“Memang kondisi fiskal daerah saat ini mengharuskan pemerintah melakukan prioritas. Bukan berarti pemerintah tidak peduli terhadap ormas, tetapi kemampuan keuangan daerah yang mengharuskan adanya penyesuaian,” katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT