TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas), untuk terus berperan aktif dalam pembangunan daerah meskipun di tengah keterbatasan anggaran dan berkurangnya dukungan hibah pemerintah.
Ormas dinilai tetap memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan masyarakat, hingga mendukung berbagai program pembangunan di tingkat akar rumput.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Tarakan, Haris mengatakan, organisasi kemasyarakatan memiliki jaringan yang luas hingga ke lingkungan masyarakat paling bawah. Kondisi tersebut menjadi kekuatan besar yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pelaksanaan program pemerintah, terutama dalam bidang pembinaan masyarakat, wawasan kebangsaan, toleransi hingga pemberdayaan sosial.
Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Karena itu, sinergi dengan organisasi kemasyarakatan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kondusivitas daerah sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Pemerintah tentu membutuhkan dukungan semua pihak. Kami berharap ormas dapat mengambil peran sebagai agen pemersatu masyarakat, membantu menjaga kerukunan antarwarga dan menjadi mitra strategis dalam menciptakan situasi yang aman serta kondusif,” ujar Haris, Senin (1/6).
Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki pemerintah daerah. Lebih dari itu, keterlibatan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan menjadi faktor penting dalam memastikan berbagai program dapat berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Karena itu, Haris berharap semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama organisasi kemasyarakatan dalam menjalankan kegiatan sosial maupun pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, banyak organisasi yang selama ini tetap mampu berkontribusi secara nyata tanpa bergantung pada bantuan hibah dalam jumlah besar.
“Kalau semua hanya bergantung pada anggaran pemerintah tentu akan sulit. Yang dibutuhkan saat ini adalah semangat gotong royong dan kolaborasi. Kami percaya banyak organisasi yang tetap bisa berbuat untuk masyarakat meskipun tanpa dukungan hibah yang besar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Haris juga mengungkapkan tingginya partisipasi masyarakat Kota Tarakan dalam berorganisasi. Berdasarkan data Kesbangpol, saat ini terdapat lebih dari 200 organisasi kemasyarakatan berbadan hukum yang telah terdaftar secara resmi.
Jumlah tersebut belum termasuk berbagai komunitas dan organisasi yang belum memiliki badan hukum namun tetap aktif menjalankan kegiatan sosial, kemasyarakatan, maupun kegiatan kepemudaan di berbagai wilayah Kota Tarakan.
“Kalau yang memiliki legalitas resmi jumlahnya sudah lebih dari 200 organisasi. Ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam berorganisasi cukup tinggi di Kota Tarakan. Walaupun belum berbadan hukum, mereka tetap bisa mendaftar. Kami ingin seluruh organisasi terdata dengan baik sehingga komunikasi dan pembinaan dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong organisasi yang belum berbadan hukum untuk melakukan pendaftaran ke Kesbangpol. Selain memudahkan koordinasi dan pembinaan, pendataan tersebut juga penting untuk memastikan aktivitas organisasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta dapat berkolaborasi dengan pemerintah secara lebih efektif.
Terkait bantuan hibah, Haris menjelaskan bahwa saat ini pemerintah lebih memprioritaskan forum-forum yang keberadaannya merupakan amanat regulasi dan memiliki tugas mendukung program pemerintah secara langsung. Beberapa di antaranya yakni Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).
Selain itu, pemerintah juga berencana membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang nantinya bertugas membantu pemerintah dalam mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan keamanan, konflik sosial, maupun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Forum-forum tersebut sifatnya normatif dan memang menjadi bagian dari program pemerintah sehingga tetap mendapatkan dukungan, meskipun jumlahnya juga mengalami penyesuaian. Nanti akan ada FKDM yang juga menjadi forum binaan pemerintah. Harapannya forum ini dapat membantu pemerintah dalam mendeteksi berbagai persoalan sosial sejak dini sehingga dapat segera ditangani,” tuturnya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Haris menegaskan organisasi kemasyarakatan tidak boleh kehilangan semangat untuk terus mengabdi kepada masyarakat. Ia berharap seluruh ormas dapat menunjukkan eksistensinya melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga sekaligus memperkuat persatuan di Kota Tarakan.
“Kami mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan untuk terus aktif, menjaga semangat pengabdian, memperkuat persatuan, serta mendukung program-program pemerintah daerah. Kehadiran ormas sangat dibutuhkan untuk membantu menciptakan Kota Tarakan yang aman, harmonis, dan terus berkembang,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT