TARAKAN – Aksi balap liar yang sempat viral di media sosial menjadi perhatian serius Satlantas Polres Tarakan. Meski belum berhasil mengidentifikasi para pelaku, kepolisian memastikan pengawasan dan patroli malam terus ditingkatkan untuk mencegah aktivitas berbahaya tersebut.
Kasat Lantas Polres Tarakan IPTU Ardi Wisnu Pradana mengatakan, patroli rutin kini difokuskan pada jam-jam rawan, khususnya antara pukul 23.00 hingga 02.00 Wita. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi balap liar sekaligus menekan potensi kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi pada malam hingga dini hari.
“Patroli rutin tetap kami laksanakan, terutama pada jam rawan sekitar pukul 23.00 sampai 02.00 Wita. Tujuannya untuk mengantisipasi balap liar maupun mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Terkait video yang beredar dan disebut terjadi di kawasan sekitar Gedung Tenis Indoor Keramat, polisi mengaku masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Menurut Ardi, setelah video tersebut viral, para pelaku diduga mulai mengurangi aktivitasnya atau berpindah lokasi untuk menghindari pengawasan petugas.
“Mungkin karena sudah viral, mereka juga mengantisipasi. Kami masih berupaya mencari dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat,” katanya.
Dalam penertiban yang dilakukan Sabtu malam, polisi juga menindak 12 pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Mayoritas pelanggar menggunakan knalpot brong yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat karena menimbulkan kebisingan.
Satlantas menegaskan akan terus melakukan patroli dan penindakan terhadap berbagai pelanggaran lalu lintas, termasuk aksi balap liar yang membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
“Kami tidak akan berhenti melakukan pengawasan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” pungkas Ardi. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT