Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kondisi Pesisir Tarakan Jadi Tantangan Pendataan Sensus Ekonomi

Z
Penulis: Zakaria RT❯
MENDATA : Petugas Sensus Ekonomi melakukan pendataan ke rumah. ISTIMEWA
MENDATA : Petugas Sensus Ekonomi melakukan pendataan ke rumah. ISTIMEWA

Advertisement

TARAKAN - Kondisi geografis Kota Tarakan yang memiliki sejumlah wilayah pesisir menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Keterbatasan sarana transportasi air membuat petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan tidak selalu dapat melakukan jemput bola ke lokasi responden yang sulit dijangkau melalui akses darat.

Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi mengatakan, kondisi tersebut membuat petugas harus mencari strategi lain agar proses pendataan tetap dapat berjalan. Menurutnya, tidak semua lokasi yang menjadi sasaran pendataan dapat didatangi dengan mudah, terutama wilayah yang aktivitas masyarakatnya berkaitan erat dengan kawasan pesisir.

“Kondisi air ini juga menjadi tantangan tersendiri untuk dunia pesisir. Kalau jemput bola ke lokasi, kasihan petugasnya karena memang tidak tersedia transportasi air untuk menuju ke lokasi,” jelasnya, Selasa (18/8).

Advertisement

Untuk mengatasi kendala tersebut, BPS melakukan koordinasi dengan para ketua lingkungan di wilayah yang menjadi sasaran pendataan. Koordinasi dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai pola aktivitas masyarakat, termasuk mengetahui waktu ketika responden biasanya berada di rumah atau telah kembali dari aktivitasnya.

Informasi tersebut kemudian menjadi bahan bagi petugas dalam menentukan waktu kunjungan. Dengan begitu, petugas tidak harus berulang kali mendatangi lokasi hanya karena responden sedang tidak berada di tempat.

Umar mengatakan, metode pendataan melalui telepon juga terbuka untuk dilakukan apabila kondisi di lapangan membuat pertemuan secara langsung sulit dilaksanakan. Namun, metode tersebut tetap bergantung pada ketersediaan nomor telepon responden yang dapat dihubungi oleh petugas.

Advertisement

“Kalau survei by phone memungkinkan, sangat dimungkinkan. Kami tidak menutup kemungkinan kalau memang solusinya ternyata begitu, yang penting kami punya akses nomor handphone-nya,” katanya.

Selain kendala geografis, BPS juga menghadapi tantangan berupa penolakan dari sebagian responden. Untuk memastikan setiap persoalan dapat segera ditangani, BPS telah menyiapkan forum kendala yang digunakan untuk memantau berbagai permasalahan di masing-masing titik pendataan.

Petugas lapangan diminta tidak membiarkan persoalan tanpa laporan. Setiap kendala harus disampaikan secara berjenjang kepada pengawas untuk kemudian dicatat dalam forum tersebut. Dengan mekanisme itu, BPS dapat mengetahui perkembangan persoalan secara rutin dan menentukan langkah penyelesaiannya.

“Kami minta kepada petugas untuk tidak diam saja kalau ada masalah. Melaporkan secara berjenjang dari petugas lapangan kepada pengawas. Nanti pengawas mengisi forum tersebut dan itu terpantau setiap hari,” jelasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Digaji Rp 5,8 Juta per Bulan, BPS Tana Tidung Pastikan Honor Termin I Petugas Sensus Ekonomi Telah Dicairkan

Digaji Rp 5,8 Juta per Bulan, BPS Tana Tidung Pastikan Honor Termin I Petugas Sensus Ekonomi Telah Dicairkan

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tana Tidung memastikan pembayaran honor termin pertama bagi petugas lapangan Sensus Ekonomi (SE) 2026

Wabup Sabri Beri Teladan, Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Tana Tidung

Wabup Sabri Beri Teladan, Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Tana Tidung

Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, S.Pd., memberikan contoh langsung kepada masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026

BPS Tana Tidung Jamin Kerahasiaan Data Pelaku Usaha pada Sensus Ekonomi 2026

BPS Tana Tidung Jamin Kerahasiaan Data Pelaku Usaha pada Sensus Ekonomi 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tana Tidung menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer