Ekspor Kaltara Tak Lagi Terkendala Waktu, Karantina Siapkan Layanan Penuh di Pelabuhan Tengkayu II
Eliazar Simon• Senin, 1 Juni 2026 | 18:47 WIB
LAYANAN : Karantina Kaltara akan menempatkan petugas karantina di Pelabuhan Tengkayu II Tarakan guna mendukung aktivitas ekspor ke Tawau, Malaysia. ISTIMEWA
TARAKAN – Pelaku usaha ekspor di Kalimantan Utara (Kaltara) berpotensi mendapatkan kemudahan layanan dalam waktu dekat. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kaltara berencana menempatkan petugas karantina di Pelabuhan Tengkayu II Tarakan dengan sistem pelayanan penuh guna mendukung aktivitas ekspor ke Tawau, Malaysia. Langkah tersebut dilakukan seiring proses penetapan Tengkayu II sebagai Tempat Pengeluaran dan Pemasukan (TPP) Karantina.
Kepala BKHIT Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, Tengkayu II dipilih karena menjadi pusat keberangkatan kapal-kapal kecil dan speedboat yang melayani jalur lintas batas Indonesia-Malaysia.
Menurutnya, pola transportasi tersebut berbeda dengan Pelabuhan Malundung yang lebih banyak digunakan kapal berukuran besar. “Kalau di Malundung kan kecenderungannya kapal besar. Sedangkan ke Tawau itu rata-rata kapal kecil atau speed, jadi lebih cocok kalau pelayanan pemeriksaannya nanti dilakukan di Tengkayu II,” ujarnya.
Dengan adanya layanan karantina langsung di pelabuhan tersebut, proses pemeriksaan komoditas dapat dilakukan sebelum keberangkatan tanpa harus melalui lokasi lain. Kondisi ini diyakini akan memangkas waktu pengurusan dokumen sekaligus mempercepat distribusi barang ekspor. Tak hanya itu, BKHIT Kaltara juga menyiapkan petugas khusus untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada pelaku usaha yang melakukan pengiriman komoditas ke luar negeri.
“Petugas kami nanti disiapkan di sana. Bahasanya 24 jam, mau ekspor atau apa ya kita layani. Harapannya tentu teman-teman pelaku usaha lebih nyaman dan proses distribusi komoditas dari Kalimantan Utara juga bisa semakin cepat,” katanya.
Keberadaan layanan karantina yang siaga sepanjang waktu diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas unggulan Kalimantan Utara, sekaligus memperkuat konektivitas perdagangan dengan negara tetangga melalui jalur perbatasan. (zar/jnr)