TARAKAN - DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) menilai penanganan HIV/AIDS di daerah harus dilakukan secara bersama-sama, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau CSR.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto mengatakan, kondisi fiskal daerah yang mengalami penurunan hingga Rp 900 miliar, membuat pemerintah perlu mencari pola kolaborasi agar program penanggulangan HIV/AIDS tetap berjalan maksimal.
“Karena itu, kami mengusulkan keterlibatan pihak ketiga, termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kaltara melalui dukungan program CSR, maupun kolaborasi pembiayaan penanganan HIV/AIDS. Koordinasi kita masih lemah. Padahal masalah seperti ini perlu melibatkan semua pemangku kepentingan,” ujarnya, Kamis (21/5).
Menurutnya, penanganan HIV/AIDS tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga edukasi dan penghapusan stigma terhadap penderita. Ia menilai sosialisasi perlu diperluas hingga ke sekolah, kampus, lingkungan kerja, dan masyarakat umum.
“Kadang orang takut diperiksa karena takut dikucilkan. Ini yang harus kita ubah. HIV/AIDS bukan sekadar persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial,” katanya.
Senada dengan itu, Anggota DPRD Kaltara Syamsudin Arfah menegaskan, persoalan HIV/AIDS harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat tingginya mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan seperti Kaltara.
“Masalah HIV/AIDS ini jangan dianggap isu biasa. Kalau kita terlambat melakukan pencegahan, dampaknya bisa sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia kita ke depan,” tuturnya.
Syamsudin juga mendorong perusahaan ikut terlibat aktif membantu program pencegahan dan pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja maupun masyarakat sekitar. “Perusahaan jangan hanya bicara investasi dan keuntungan. Mereka juga punya tanggung jawab sosial terhadap kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya,” tegasnya.
Ia berharap penanganan HIV/AIDS di Kaltara dilakukan secara terukur dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. “Jangan sampai generasi muda kita menjadi korban karena kelalaian bersama dalam melakukan pencegahan sejak sekarang,” pungkasnya. (zac’/jnr)
Editor : Januriansyah RT