TARAKAN – Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Utara, Herman, meninjau langsung Sekolah Rakyat yang berlokasi di gedung UPTD Lembaga Latihan Kerja (LLK) Tarakan, Senin (18/5). Kunjungan ini mengungkap potret nyata kehidupan anak-anak dari keluarga rentan yang kini mulai mendapatkan kembali akses pendidikan.
Herman mengaku terenyuh melihat kondisi para siswa yang sebagian besar berasal dari keluarga miskin ekstrem, bahkan ada yang mengalami penelantaran dan eksploitasi oleh orang tuanya.
“Awal sampai di Sekolah Rakyat ini hati saya terenyuh. Banyak anak-anak yang sebelumnya dieksploitasi untuk berjualan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi perkembangan yang ditunjukkan para siswa setelah mendapatkan pendampingan belajar. Banyak di antara mereka yang sebelumnya tidak bisa membaca dan menulis, kini mulai menunjukkan kemajuan signifikan.
“Ada yang usianya sudah seharusnya SMP, tapi masih di jenjang SD karena belum bisa baca tulis. Sekarang sudah mulai lancar,” katanya.
Sekolah Rakyat dinilai menjadi solusi bagi anak-anak yang sebelumnya terpinggirkan dari pendidikan formal, baik karena faktor ekonomi, sosial, maupun administrasi. Selain itu, kebutuhan dasar siswa seperti perlengkapan sekolah dan kebutuhan harian juga telah dipenuhi, sehingga mereka dapat fokus belajar.
Kepala Dinas Sosial Kota Tarakan, Arbain menegaskan, program ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu melalui proses verifikasi ketat. “Harapan kita anak-anak ini bisa kembali mendapatkan hak pendidikan secara layak dan berkelanjutan,” ujarnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT