TARAKAN – Kepergian AG (18), pelajar kelas 1 SMA di Tarakan Barat, meninggalkan duka dan tanda tanya bagi teman-temannya. Korban yang dikenal aktif dan ceria ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya pada Sabtu (16/5).
Salah satu teman korban yang enggan menyebutkan namanya mengaku terkejut saat mendengar kabar tersebut. Ia menyebut tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan korban sedang mengalami masalah.
“Tidak ada tanda-tanda, dia juga bukan pendiam. Bahkan dia baru terpilih jadi anggota OSIS,” ujarnya.
Menurutnya, beberapa hari sebelum kejadian, korban masih beraktivitas seperti biasa. Bahkan saat libur panjang akhir pekan, korban sempat mengajak teman-temannya untuk jogging ke kawasan Bukit Mas.
“Kebetulan libur panjang empat hari, dia ada ngajak jogging ke gunung di Bukit Mas, tapi tidak ada yang ikut. Tidak lama setelah itu, kami dapat kabar di grup kalau dia meninggal,” tuturnya.
Sementara itu, pihak kepolisian menyebut korban ditemukan dalam kondisi tergantung di kamar setelah pintu didobrak oleh keluarga. Peristiwa ini pertama kali diketahui saat ibu korban tidak mendapat respons dari dalam kamar yang terkunci.
Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk handphone korban dan tali yang digunakan. Pemeriksaan visum luar juga telah dilakukan di RSUD Tarakan.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara mengarah pada persoalan asmara.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi psikologis remaja. Polisi mengimbau orang tua dan lingkungan sekitar untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku serta memberikan dukungan emosional kepada anak-anak, terutama di usia remaja. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT