TARAKAN – Seorang pelajar kelas 1 SMA berinisial AG (18) ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Aki Balak RT 67, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat, Sabtu (16/5). Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam kamar, dan pihak kepolisian menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan persoalan pribadi.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik melalui Kasi Humas Polres Tarakan, IPTU Rusli mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh ibunya sekitar pukul 15.00 Wita. Saat itu, ibu korban curiga karena pintu kamar terkunci dari dalam dan tidak ada respons saat dipanggil.
“Awalnya ibu korban mengetuk pintu kamar, namun tidak ada jawaban. Karena khawatir, akhirnya meminta bantuan sepupunya untuk memeriksa kondisi korban,” ujarnya, Minggu (17/5).
Pintu kamar kemudian didobrak, dan korban ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan tali nilon yang diikatkan pada plafon kamar. Saat kejadian, di sekitar lokasi juga terdapat warga yang sedang melaksanakan kegiatan kedukaan sehingga cukup banyak orang berada di sekitar rumah.
Warga bersama pihak keluarga kemudian menurunkan korban, namun setelah diperiksa korban diketahui sudah meninggal dunia.
Petugas dari Polsek Tarakan Barat bersama Satreskrim Polres Tarakan langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Tim Inafis melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Tarakan untuk dilakukan visum luar sebelum diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone merek Oppo warna hitam, seutas tali nilon warna biru, serta kartu pelajar milik korban.
“Kami juga sudah meminta keterangan dua orang saksi. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujar Rusli.
Pihak kepolisian menduga korban mengakhiri hidup karena persoalan asmara, namun penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi mental dan lingkungan pergaulan anak-anak remaja guna mencegah kejadian serupa. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT