TARAKAN – Ratusan jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang tergabung dalam Kloter 7 mulai bersiap meninggalkan Kota Madinah menuju kota suci Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah wajib. Persiapan keberangkatan dilakukan secara bertahap sejak dini hari dengan memperhatikan kondisi kesehatan jemaah, terutama lanjut usia dan kelompok risiko tinggi.
Ketua Kloter 7, Sayid Abdullah mengatakan, seluruh jemaah telah diarahkan melakukan persiapan ihram sebelum diberangkatkan menuju Mekah. Mulai dari mandi ihram, membersihkan badan, memotong kuku hingga rambut telah dilakukan sejak berada di hotel di Madinah.
“Kita jam 17.00 sudah dibergeser ke kota suci Makkah. Nanti sekitar pukul 03.00 dini hari seluruh jemaah sudah mulai turun ke lobi hotel untuk persiapan keberangkatan. Hari ini juga seluruh jemaah sudah melakukan mandi ihram dan membersihkan diri untuk persiapan umrah wajib,” ujarnya, Kamis (14/5).
Ia menjelaskan, secara umum kondisi kesehatan jemaah asal Kaltara dalam keadaan baik dan siap menjalani perjalanan panjang menuju Mekah. Menurutnya, pihak kloter terus melakukan pemantauan kesehatan serta penguatan mental kepada jemaah agar tetap fit selama perjalanan ibadah berlangsung.
“Alhamdulillah kondisi jemaah kita semua sehat dan siap menuju Mekah. Kita juga terus melakukan edukasi kesehatan dan pendampingan kepada jemaah supaya tetap menjaga kondisi tubuh selama perjalanan,” katanya.
Sayid Abdullah menjelaskan, setelah seluruh jemaah berkumpul di lobi hotel, rombongan akan bergerak menuju Bir Ali untuk mengambil miqat sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekah. Perjalanan dari Madinah menuju Bir Ali diperkirakan memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Setelah itu perjalanan menuju Makkah berlangsung sekitar enam hingga tujuh jam.
“Nanti dari hotel kita menuju Bir Ali untuk mengambil miqat. Setelah itu perjalanan ke Makkah, kurang lebih enam sampai tujuh jam. Setibanya di Makkah, kita sebenarnya dijadwalkan melaksanakan umrah wajib pertama,” jelasnya.
Namun, ia menyebut pelaksanaan umrah wajib masih menyesuaikan kebijakan otoritas Arab Saudi. Pasalnya, rombongan diperkirakan tiba di Makkah sekitar tengah malam menjelang Jumat, sementara akses pelaksanaan umrah biasanya dibatasi pada hari tersebut.
“Karena nanti kita tiba malam sekitar jam 12 malam dan besok hari Jumat, kemungkinan pelaksanaan umrah wajib dilakukan setelah salat Jumat sesuai kebijakan Arab Saudi. Biasanya pada hari Jumat akses umrah memang lebih dibatasi,” ungkapnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT