TARAKAN – Kesiapan fisik dan kesehatan menjadi syarat utama bagi relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan. Hal ini ditegaskan dalam surat edaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang mulai diterapkan pada 2026.
Koordinator Wilayah SPPG Tarakan, Dewi Rahmawati mengatakan, kebijakan tersebut tidak menetapkan batasan usia bagi relawan, melainkan menitikberatkan pada kesiapan bekerja. “Tidak ada batasan usia. Yang penting sehat dan siap menjalankan tugas,” ujarnya.
Saat ini terdapat 24 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tarakan, dengan 21 di antaranya aktif beroperasi. Relawan yang terlibat berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk di atas 50 tahun, meski jumlahnya tidak dominan.
Menurut Dewi, aspek kesehatan menjadi hal krusial karena seluruh aktivitas relawan berkaitan langsung dengan pengolahan dan distribusi makanan bagi penerima manfaat. “Sehat itu wajib karena berhubungan langsung dengan makanan,” tegasnya.
Untuk memastikan hal tersebut, setiap relawan umumnya menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas saat proses awal rekrutmen. Selain itu, relawan juga diwajibkan menandatangani surat kesanggupan bekerja sebagai bentuk kesiapan menjalankan tugas di lapangan.
Dewi menambahkan, keberadaan relawan sangat penting dalam mendukung operasional SPPG agar program MBG berjalan optimal dan tepat sasaran. “Kesiapan relawan menjadi kunci keberhasilan program ini,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT