TARAKAN – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan, Tamrin Toha menilai penerapan sistem tinggal kelas tidak semata-mata dipahami sebagai bentuk hukuman bagi siswa. Kebijakan tersebut disebut lebih diarahkan untuk memastikan kemampuan dasar peserta didik benar-benar kuat sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Menurutnya hingga saat ini masih banyak siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, khususnya mereka yang menargetkan masuk sekolah unggulan. Persaingan untuk memperoleh nilai terbaik dinilai menjadi pemicu siswa agar lebih serius dalam belajar.
Ia menjelaskan, penguatan kemampuan dasar seperti membaca, memahami soal hingga berhitung menjadi hal penting karena akan sangat memengaruhi kemampuan siswa mengikuti pembelajaran di tingkat yang lebih tinggi.
“Kalau kemampuan membaca, memahami soal, hingga berhitung belum kuat sejak awal, maka siswa akan semakin kesulitan mengikuti pembelajaran di jenjang lebih tinggi,” ujarnya, Senin (11/5).
Ia menambahkan, siswa yang memiliki target masuk sekolah unggulan biasanya tetap menunjukkan semangat belajar tinggi karena adanya seleksi nilai yang ketat.
“Anak-anak yang memang mau mengejar sekolah-sekolah unggul tentu akan termotivasi. Contohnya di TKA ini, banyak orang tua ingin anaknya ikut semua. Sehingga kalau dapat nilai sangat baik nanti bisa memilih sekolah-sekolah unggul baik di Tarakan maupun di luar Tarakan,” jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT