Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Sistem Tinggal Kelas Diperlukan untuk Bangun Disiplin dan Motivasi Belajar, Ini Kata Disdik Tarakan

Zakaria RT • Senin, 11 Mei 2026 | 19:35 WIB
Kepala Disdik Tarakan Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Disdik Tarakan Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Menurunnya kemampuan literasi dan numerasi siswa mulai menjadi perhatian serius  pemerintah di dunia pendidikan. Di tengah hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang disebut mengalami penurunan di sejumlah jenjang pendidikan, wacana penerapan kembali sistem tinggal kelas dinilai bisa menjadi salah satu langkah untuk membangun kembali disiplin dan motivasi belajar siswa sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan Tamrin Toha mengatakan, selama ini terdapat kecenderungan siswa tetap naik kelas meski kemampuan dasar mereka belum sepenuhnya terpenuhi. Kondisi itu, menurutnya, perlahan membentuk pola pikir bahwa belajar bukan lagi menjadi kebutuhan utama karena siswa merasa tetap akan naik kelas.

“Selama ini memang kita anggap bahwa anak itu bisa naik kelas saja. Bahkan tidak bisa membaca pun ada yang bisa naik kelas. Tidak bisa berhitung, tapi tetap bisa naik. Nah nanti tentu kita lihat penerapannya di masing-masing satuan pendidikan dan guru juga pasti mempertimbangkan hal itu,” ujarnya, Senin (11/5).

Ia menjelaskan, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Menurutnya, ketika siswa terus dinaikkan kelas tanpa mempertimbangkan kemampuan dasar secara menyeluruh, maka akan muncul kesan bahwa proses belajar tidak lagi menentukan keberhasilan pendidikan mereka.

“Kalau menaikkan kelas anak-anak itu terus dilakukan tanpa pertimbangan kemampuan, nanti kesannya wah biar saya tidak belajar tetap juga bisa naik. Ini yang tentu tidak baik bagi pembentukan semangat belajar anak-anak,” katanya.

Tamrin menilai fenomena itu hampir serupa dengan dampak setelah penghapusan ujian nasional beberapa tahun terakhir. Menurutnya, sebagian siswa akhirnya merasa tidak memiliki tekanan ataupun target akademik yang harus dicapai sehingga motivasi belajar perlahan menurun.

“Sama halnya dengan dihapusnya ujian nasional. Itu juga berdampak pada anak-anak mau belajar atau tidak. Karena pikirannya pasti naik, pasti juga lulus. Nah pola pikir seperti ini yang menurut saya perlu menjadi perhatian bersama,” ungkapnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tinggal kelas #tarakan #sekolah #pendidikan #disdik