Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Limbah Oli Cemari Sungai Kampung Bugis, Ribuan Pelanggan PDAM Tarakan Terdampak

Eliazar Simon • Senin, 11 Mei 2026 | 15:36 WIB
LIMBAH : Akibat adanya limbah oli bekas di aliran Sungai Kampung Bugis membuat layanan air bersih berdampak. ISTIMEWA
LIMBAH : Akibat adanya limbah oli bekas di aliran Sungai Kampung Bugis membuat layanan air bersih berdampak. ISTIMEWA

TARAKAN – Dugaan pencemaran limbah oli bekas di aliran Sungai Kampung Bugis berdampak langsung pada layanan air bersih di Kota Tarakan. Perumda Air Minum Tirta Alam terpaksa menghentikan sementara pengambilan air baku dari intake Kampung Bugis sejak Jumat (8/5) lalu. 

Akibatnya, sekitar seribuan pelanggan di wilayah Tarakan Barat dan sebagian Tarakan Tengah mengalami gangguan distribusi. Debit air yang diterima warga menurun drastis, bahkan suplai terhenti di sejumlah kawasan.

Manajer Produksi Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan, Sunarto menjelaskan, pencemaran diketahui sekitar pukul 18.07 Wita saat terlihat cairan menyerupai oli mengalir menuju intake. Lapisan minyak tampak jelas di permukaan sungai, sehingga pihaknya segera mengambil langkah darurat.

“Begitu terlihat, saya langsung instruksikan membuka pintu air agar limbah tidak masuk ke instalasi. Alhamdulillah tidak sempat masuk ke proses produksi,” ujarnya. 

Penutupan intake Kampung Bugis membuat PDAM harus mengandalkan sumber air lain dari wilayah Rawasari. Namun, kapasitas produksi tidak maksimal sehingga tekanan air ke pelanggan menjadi terbatas.

“Kami tetap produksi, tapi hanya dari Rawasari. Wilayah yang jauh dari instalasi tetap kebagian air, tapi debitnya kecil,” jelasnya.

Wilayah terdampak meliputi lima kelurahan di Tarakan Barat serta sebagian Tarakan Tengah, seperti Karang Anyar dan kawasan Mulawarman sisi kiri jalan.

Hingga saat ini, intake Kampung Bugis masih ditutup. PDAM belum berani membuka kembali sebelum hasil uji laboratorium memastikan air sungai aman digunakan.

“Kalau belum ada hasil lab dan dinyatakan aman, kami tidak berani ambil risiko,” tegas Sunarto.

PDAM juga telah menurunkan tim untuk menyisir aliran sungai guna memastikan tidak ada sisa limbah yang masih mengalir. Sisa oli bahkan masih ditemukan tersangkut di pinggiran sungai. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#limbah oli #air baku #tarakan #pdam