TARAKAN – Menjelang Iduladha, kebutuhan hewan kurban di Kalimantan Utara dipastikan meningkat. Untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas ternak sekaligus mencegah risiko penyebaran penyakit, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kaltara mengusulkan pembangunan Instalasi Karantina Hewan (IKH) di tiga wilayah strategis. Tiga lokasi tersebut yakni Tarakan sebagai pintu masuk utama, serta Nunukan dan Sebatik yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Kepala Karantina Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, keberadaan IKH akan memperkuat pengawasan di wilayah yang selama ini menjadi jalur distribusi ternak antar pulau hingga lintas negara.
“Tarakan itu pintu masuk utama, sementara Nunukan dan Sebatik wilayah perbatasan. Jadi memang sangat membutuhkan fasilitas karantina yang memadai,” ujarnya.
IKH nantinya akan difungsikan sebagai pusat layanan karantina terpadu, mulai dari pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik, hingga pengujian laboratorium jika ditemukan indikasi penyakit.
Selain itu, fasilitas ini juga memungkinkan isolasi ternak sakit agar tidak bercampur dengan ternak sehat. “Semua penanganan akan terpusat di IKH, sehingga lebih terkontrol dan sesuai standar biosekuriti,” jelasnya.
Tak hanya itu, sistem di IKH juga akan terintegrasi dengan platform digital untuk mendukung tertib administrasi, termasuk dalam penerbitan dan verifikasi dokumen karantina.
Dalam merealisasikan rencana tersebut, Karantina Kaltara membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya dalam penyediaan lahan maupun kawasan peternakan.
“Kami terbuka untuk kerja sama dengan pemda, selama memenuhi standar karantina,” katanya.
Rencana pembangunan IKH saat ini masih diajukan ke pemerintah pusat. Diharapkan fasilitas ini dapat segera terealisasi guna memperkuat pengawasan, terutama saat momen Iduladha.
“Harapannya, dengan IKH ini pengawasan lalu lintas ternak bisa lebih maksimal,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT