TARAKAN – Keterbatasan fasilitas dasar masih menjadi keluhan utama pelaku usaha peternakan sapi di daerah. Hingga kini, peternak mengaku belum mendapatkan dukungan sarana yang memadai, sehingga aktivitas usaha berjalan dengan berbagai keterbatasan.
Pedagang sekaligus peternak sapi, Suginto menyoroti ketiadaan timbangan ternak yang seharusnya menjadi alat penting dalam proses jual beli. Tanpa fasilitas tersebut, penentuan berat dan harga sapi hanya berdasarkan perkiraan.
“Di sini tidak ada timbangan, harusnya itu dari dinas ada. Kayak di Jawa itu ada semua. Jadi kalau ditanya beratnya berapa, ya cuma perkiraan. Saya tidak jual daging, saya jual sapi, jadi orang yang pikir sendiri, karena memang tidak ada alatnya,” ujarnya, Jumat (1/5).
Menurutnya, kondisi ini berpotensi merugikan peternak karena tidak ada standar pasti dalam transaksi. Selain itu, keterbatasan fasilitas juga menunjukkan masih minimnya perhatian terhadap kebutuhan dasar pelaku usaha di sektor peternakan.
Di tengah kondisi tersebut, Suginto mengaku tetap berupaya menjalankan usaha meski harus menyesuaikan dengan berbagai keterbatasan yang ada, termasuk dalam hal skala produksi.Ia berharap ke depan pemerintah dapat memberikan perhatian lebih konkret, terutama dalam penyediaan fasilitas yang memang dibutuhkan peternak di lapangan.
“Ya harapannya sederhana saja, ada fasilitas dasar seperti timbangan itu saja dulu. Biar kami juga tidak terus-terusan pakai perkiraan,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT