Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kemandirian Fiskal Kaltara Masih Jauh, Dorongan Ekonomi Dinilai Harus Terintegrasi

Zakaria RT • Jumat, 1 Mei 2026 | 20:16 WIB
BUTUH POLESAN : Pelabuhan Tengkayu I Tarakan salah satu fasilitas umum di Kalimantan Utara. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BUTUH POLESAN : Pelabuhan Tengkayu I Tarakan salah satu fasilitas umum di Kalimantan Utara. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Ketergantungan fiskal Kalimantan Utara (Kaltara) masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan. Upaya mendorong kemandirian daerah dinilai tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui penguatan berbagai sektor ekonomi secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Akademisi Ekonomi Universitas Borneo Tarakan (UBT), Dr Margiyono, S.E., M.Si., menyoroti masih terbatasnya kapasitas ekonomi daerah, termasuk sektor perdagangan ekspor-impor yang sebenarnya memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat kemandirian fiskal Kaltara belum optimal.

“Kalau itu bisa ditingkatkan sampai enam kali lipat, maka aktivitas ekonomi yang ada sekarang bisa berkembang jauh lebih besar dengan sumbangan yang sama dan itu akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan daerah. Ini harus menjadi perhatian serius dan dikerjakan bersama, karena kalau tidak maka ketergantungan ini akan terus berlanjut dan daerah tidak akan pernah benar-benar mandiri secara ekonomi,” ungkapnya, Jumat (1/5).

Ia menilai, penguatan ekonomi daerah harus dimulai dari peningkatan aktivitas ekonomi yang konsisten. Dalam hal ini, sektor perdagangan, khususnya ekspor dan impor, menjadi salah satu peluang yang dapat mendorong percepatan pertumbuhan jika dikelola secara serius.

“Dalam hal ini kapasitas ekspor-impor kita masih terbatas, padahal itu menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah dan harus didorong agar aktivitas ekonomi bisa berkembang lebih cepat. Kalau aktivitas itu berjalan terus, ada transaksi dari waktu ke waktu, maka pasar akan menyesuaikan, baik itu pasar investasi, pasar uang, maupun pasar modal, semuanya akan ikut berkembang,” katanya.

Menurutnya, jika aktivitas ekonomi berjalan secara berkesinambungan, maka efek domino akan terjadi di berbagai sektor, mulai dari peningkatan investasi hingga berkembangnya pasar keuangan. Hal ini akan menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kuat dan tidak bergantung pada satu sumber pendapatan saja.

Margiyono menegaskan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Tanpa kolaborasi yang kuat, potensi besar yang dimiliki Kaltara dikhawatirkan tidak akan mampu dioptimalkan.

Dengan kondisi saat ini, ia mengingatkan bahwa langkah konkret dan komitmen bersama harus segera dilakukan agar Kaltara tidak terus berada dalam bayang-bayang ketergantungan fiskal, melainkan mampu berdiri mandiri dengan kekuatan ekonominya sendiri. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#kaltara #kemandirian fiskal #ekonomi #fiskal