Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

May Day Kondusif, KSPSI Kahut Ingatkan Masih Ada Hak Buruh yang Diperjuangkan

Zakaria RT • Jumat, 1 Mei 2026 | 19:53 WIB
Ketua PD KSPSI Kahut Kaltara Gusmin, AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Ketua PD KSPSI Kahut Kaltara Gusmin, AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Tarakan Kalimantan Utara (Kaltara) tahun ini berlangsung tenang dan kondusif, meski begitu Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kayu dan Hutan (KSPSI Kahut) Kaltara tetap tetap mengingatkan untuk memperjuangkan hak buruh, terutama pada sektor-sektor tertentu yang belum mampu memberikan kesejahteraan optimal.

Ketua Pengurus Daerah (PD) KSPSI Kahut Kaltara Gusmin mengatakan, pendekatan perjuangan serikat pekerja kini mulai diarahkan pada cara-cara yang lebih edukatif, dialogis, dan humanis, tanpa meninggalkan substansi tuntutan terhadap pemenuhan hak buruh.

“Cara yang sifatnya edukasi atau pelatihan atau dialog dan sebagainya, memang coba kami mencoba untuk membuat satu pola pikir bahwa mereka itu hakikatnya adalah senang. Ya, punya ide-ide lah, kenapa senang-senang. Nah, itu aja sih kalau kami mencoba,” ujarnya, Jumat (1/5).

Ia menjelaskan, selama ini berbagai tuntutan buruh yang disuarakan melalui aksi maupun media memang telah menghasilkan sejumlah perubahan, namun belum sepenuhnya sesuai dengan harapan pekerja. Kondisi ini terutama masih dirasakan pada sektor-sektor tertentu yang belum mampu memberikan kesejahteraan optimal.

“Untuk kondisi buruh di Kaltara secara umum masih relatif terkendali, dengan keterlibatan sejumlah serikat pekerja yang aktif mengawal kepentingan anggotanya. Setidaknya ada empat serikat yang bergerak, yakni DKPM, Mekamedika, Sepoi, Kahut, dan Kahutindo,” tuturnya.

Meski peringatan May Day berlangsung damai, ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti serikat pekerja mengendurkan perjuangan. Justru, momentum ini menjadi refleksi untuk memperkuat langkah ke depan dalam mengawal regulasi dan memastikan hak buruh benar-benar terpenuhi.

“Tetapi di situ saya bilang, ini bukan berarti kita mengalah ya, tetap tuntutan-tuntutan kami, tetap kami suarakan di luar hari May Day ini. Karena di situ lah sejatinya perjuangan serikat pekerja dalam mengawal hak-hak sosial diregulasi,” tegasnya. (zac/jnr)

 

Editor : Januriansyah RT
#hari buruh #tarakan #may day #buruh