TARAKAN – Peluang pengembangan ekspor melalui jalur udara dari Tarakan mulai terbuka dengan masuknya maskapai kargo My Indo Airlines. Namun, tingkat keterisian muatan pada penerbangan tersebut masih belum optimal.
Kepala Bidang Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Bandar Udara Juwata, Daverius Maarang mengatakan, maskapai tersebut telah melakukan dua kali penerbangan ke Tarakan pada 16 dan 23 April 2026.
“Sudah dua kali masuk menggunakan pesawat kargo, tetapi muatannya masih belum penuh. Ini yang perlu kita dorong bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, maskapai tersebut menggunakan pesawat Boeing 737-800 dengan kapasitas sekitar 22 ton. Rute yang dijajaki adalah Tarakan–Hong Kong yang kemudian terhubung ke sejumlah kota di China seperti Shanghai dan Guangzhou.
Menurutnya, potensi muatan dari Tarakan cukup besar, terutama dari sektor perikanan dan logistik. Bahkan, maskapai tersebut telah bekerja sama dengan perusahaan logistik global seperti DHL dan UPS.
“Mereka adalah freighter khusus kargo, sehingga berbagai jenis barang bisa diangkut sesuai ketentuan,” jelasnya.
Meski peluang sudah terbuka, ia menegaskan perlu adanya dukungan dari pelaku usaha agar kapasitas kargo dapat terisi maksimal. “Kalau muatan tidak terpenuhi, tentu akan berpengaruh terhadap keberlanjutan rute ini,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan operator logistik dapat mendorong optimalisasi jalur kargo udara, sehingga ekspor komoditas unggulan Kalimantan Utara dapat semakin berkembang di pasar internasional. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT