TARAKAN – Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Utara terus mendorong peningkatan ekspor komoditas unggulan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan identifikasi komoditas potensial serta optimalisasi pelayanan karantina yang terstandar dan terintegrasi.
Kepala Karantina Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, sektor perikanan masih menjadi andalan ekspor daerah, khususnya komoditas kepiting dan udang windu yang telah menembus pasar internasional.
“Komoditas ini sudah masuk ke berbagai negara seperti Hong Kong, Jepang, Malaysia, Taiwan, Amerika Serikat hingga Inggris,” ujarnya, Rabu (29/4).
Data Best Trust periode Januari–Maret 2026 mencatat ekspor kepiting mencapai 3,44 juta ekor dengan nilai Rp 88,385 miliar, dengan pasar utama Singapura dan Malaysia. Sementara udang windu mencatat volume ekspor 1,15 ribu ton dengan nilai Rp 1,57 kuadriliun.
Meski demikian, Ichi mengakui masih terdapat kendala dalam pengembangan ekspor, terutama keterbatasan akses transportasi yang berdampak pada minimnya diversifikasi negara tujuan.
“Akses logistik masih menjadi tantangan. Dengan adanya penerbangan kargo langsung ke Tiongkok, ini menjadi peluang besar untuk memperluas pasar ekspor,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah instansi seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Lembaga National Single Window, Ombudsman Republik Indonesia, serta Pelindo guna memperkuat sinergi layanan ekspor.
Selain itu, Karantina Kaltara juga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan melalui Standar Pelayanan Publik (SPP) yang mencakup sertifikasi, pengawasan, hingga jaminan keamanan komoditas.
Melalui langkah ini, Kaltara diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu gerbang ekspor strategis di wilayah perbatasan Indonesia. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT