Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pastikan Hewan Kurban di Tarakan Sehat dan Laik Konsumsi, DKPP Tarakan Intensifikasi Monitoring

Zakaria RT • Senin, 27 April 2026 | 20:03 WIB
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tarakan, Paulus. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tarakan, Paulus. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Menjelang Iduladha, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tarakan mulai memperketat pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan yang akan disembelih tidak hanya tersedia dalam jumlah cukup, tetapi juga memenuhi standar kesehatan dan kelaikan konsumsi bagi masyarakat.

Langkah tersebut ditandai dengan intensifikasi monitoring ke sejumlah kandang peternak yang sudah dimulai sejak pekan ini. Tidak sekadar melakukan pendataan populasi ternak, DKPP juga turun langsung memberikan pembinaan kepada peternak guna memastikan seluruh proses pemeliharaan hingga distribusi hewan kurban berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tarakan, Paulus mengungkapkan, kegiatan monitoring dilakukan secara rutin dengan melibatkan tim teknis di lapangan. Ia menegaskan, pemeriksaan tidak hanya berfokus pada jumlah sapi yang tersedia, tetapi juga mencakup kondisi kesehatan secara menyeluruh.

“Tim kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan monitoring secara rutin. Kami melakukan pembinaan kepada peternak sekaligus mendata sapi yang siap dipotong. Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga kami lakukan secara menyeluruh untuk memastikan bahwa sapi yang akan dikurbankan benar-benar memenuhi syarat, baik secara fisik maupun kesehatannya,” ungkapnya, Senin (27/4).

Dalam proses pemeriksaan tersebut, petugas memastikan hewan kurban terbebas dari penyakit menular, tidak cacat, serta berada dalam kondisi fisik yang prima. Hal ini menjadi penting mengingat tingginya kebutuhan hewan kurban setiap tahunnya kerap diikuti dengan meningkatnya risiko peredaran ternak yang tidak memenuhi standar.

Paulus menilai, pengawasan yang ketat merupakan langkah krusial agar masyarakat tidak dirugikan, baik dari sisi kesehatan maupun kualitas daging yang dikonsumsi. Ia menegaskan, kecukupan stok hewan kurban tidak boleh mengesampingkan aspek keamanan pangan.

Menurutnya, edukasi kepada peternak juga menjadi bagian penting dalam upaya ini. Dengan pemahaman yang baik mengenai standar kesehatan hewan, peternak diharapkan mampu menjaga kualitas ternaknya sejak awal, sehingga saat memasuki masa penjualan, hewan sudah siap dan memenuhi kriteria yang ditetapkan.

“Langkah ini penting agar peternak juga memahami standar yang harus dipenuhi. Jadi bukan hanya saat menjelang kurban saja diperiksa, tetapi sejak awal sudah dijaga kualitasnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Paulus memastikan bahwa setiap hewan kurban yang beredar nantinya akan melalui tahapan pemeriksaan yang ketat sebelum dinyatakan laik untuk disembelih. Pemeriksaan ini mencakup aspek administratif hingga kondisi fisik hewan di lapangan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap sapi yang nanti dikurbankan itu sudah melalui pemeriksaan dan dinyatakan sehat. Jadi masyarakat juga bisa merasa tenang dan yakin bahwa hewan kurban yang mereka beli memang sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #iduladha #sapi kurban #hewan kurban #dkpp