TARAKAN - Yayasan Kristen Tunas Kasih menggelar pentas seni bertajuk Gloria in Harmonia sebagai rangkaian ungkapan syukur dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan melibatkan siswa dari jenjang KB, TK, SD, SMP, hingga SMA.
Acara tersebut disambut antusias oleh orang tua, alumni, guru, jajaran direksi yayasan, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Dukungan juga datang dari pemerintah daerah dan dunia pendidikan, yang ditandai dengan kehadiran Wakil Wali Kota Tarakan, Dinas Pendidikan Kota Tarakan, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara beserta jajaran. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi wujud dukungan terhadap perjalanan dan kontribusi Yayasan Kristen Tunas Kasih dalam dunia pendidikan di Tarakan.
Pentas seni ini menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan panjang yayasan dalam membangun generasi, sekaligus menjadi ruang bagi para siswa untuk menampilkan bakat dan talenta melalui berbagai pertunjukan, seperti tari, musik, paduan suara, hingga teater.
Ketua Yayasan Kristen Tunas Kasih, Elicia Vivianda, menyampaikan bahwa perjalanan hingga usia 55 tahun merupakan bukti nyata pemeliharaan Tuhan.
“Jika kami dapat bertahan hingga hari ini, itu semata-mata karena karya Tuhan yang nyata dalam Yayasan Kristen Tunas Kasih,” ujarnya.
Ia berharap yayasan dapat terus menjadi sarana dalam membangun generasi yang unggul dalam iman, ilmu, dan karakter. Menurutnya, Gloria in Harmonia bukan sekadar pentas seni, tetapi juga ungkapan kemuliaan bagi Tuhan melalui setiap talenta yang dimiliki siswa, bersama guru, alumni, orang tua, hingga masyarakat Kota Tarakan.
Selain sebagai wadah ekspresi seni, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan Yayasan Kristen Tunas Kasih kepada masyarakat luas sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung keberagaman talenta, denominasi, suku, dan etnis.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-55 Yayasan Kristen Tunas Kasih, Grace Arirupa, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara yang telah dipersiapkan melalui latihan intensif bersama para siswa dari berbagai jenjang.
“Dalam acara ini kami menampilkan berbagai performance seperti tari, musik, dan teater. Semua kami libatkan dengan satu tujuan, yaitu memuliakan Tuhan sekaligus memperkenalkan perjalanan panjang Sekolah Kristen Tunas Kasih selama 55 tahun,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme orang tua dan tamu undangan yang hadir. Berdasarkan data panitia, jumlah kehadiran diperkirakan mencapai sekitar 1.200 orang.
Grace menambahkan, perjalanan 55 tahun yayasan bukanlah hal yang mudah. Berbagai tantangan telah dilalui, termasuk saat jenjang SMA sempat ditutup akibat krisis jumlah siswa, sebelum akhirnya kembali dibuka pada 2007 dan terus berjalan hingga saat ini.
Ke depan, Yayasan Kristen Tunas Kasih berkomitmen untuk terus menjangkau lebih banyak anak dan keluarga, serta membina generasi muda agar bertumbuh dalam iman, ilmu, dan karakter, sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, khususnya di Tarakan. (Eru)
Editor : Rahul