Imigrasi Tarakan Jemput Bola, Ratusan Permohonan Paspor Dilayani di Malinau dan Tana Tidung

Eliazar Simon • Dipublikasikan Minggu, 26 April 2026 | 20:16 WIB
JEMPUT BOLA  : Imigrasi Tarakan terus memperluas jangkauan pelayanan keimigrasian melalui program jemput bola di wilayah KTT dan Malinau. ISTIMEWA
JEMPUT BOLA  : Imigrasi Tarakan terus memperluas jangkauan pelayanan keimigrasian melalui program jemput bola di wilayah KTT dan Malinau. ISTIMEWA

TARAKAN – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan terus memperluas jangkauan pelayanan keimigrasian melalui program jemput bola di wilayah pedalaman Kalimantan Utara. Kali ini, layanan digelar di Kabupaten Malinau dan Kabupaten Tana Tidung, dengan total ratusan permohonan paspor berhasil dilayani.

Program bertajuk Imigrasi Untuk Rakyat di Malinau dilaksanakan selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 April 2026 lalu. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Bupati Malinau ini mencatat sebanyak 242 permohonan paspor dari masyarakat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan Okky Setyawan mengatakan, tingginya jumlah pemohon menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan keimigrasian yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

“Pelayanan ini kami hadirkan langsung di daerah agar masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Tarakan hanya untuk mengurus paspor. Ini bagian dari upaya kami mendekatkan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, wilayah seperti Malinau memiliki tantangan geografis yang cukup berat, sehingga kehadiran layanan langsung di daerah menjadi solusi efektif untuk menjawab kendala jarak, waktu, dan biaya transportasi.

Selama pelaksanaan di Malinau, jumlah permohonan paspor menunjukkan tren fluktuatif namun tinggi. Pada hari pertama tercatat 76 permohonan, meningkat menjadi 100 permohonan pada hari kedua, dan 66 permohonan pada hari ketiga.

Sementara itu, di Kabupaten Tana Tidung, layanan paspor keliling melalui program LAPAK IKAN dilaksanakan selama dua hari, pada 17 hingga 18 April 2026. Layanan yang dipusatkan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Tana Tidung ini melayani hingga 60 pemohon per hari.

Seluruh proses pelayanan dilakukan secara langsung di lokasi, mulai dari verifikasi berkas, pengambilan data biometrik, hingga wawancara. “Semua proses dilakukan di tempat, sehingga masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor imigrasi. Ini yang menjadi keunggulan layanan jemput bola,” jelas Okky.

Selain pelayanan paspor, kegiatan di Malinau juga dirangkaikan dengan berbagai layanan tambahan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian suplemen, serta pameran produk hasil karya warga binaan pemasyarakatan dan pelaku UMKM.

Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat, sehingga layanan dapat berjalan lancar dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pemohon yang sudah datang sejak pagi hari di kedua lokasi kegiatan.

 Kehadiran layanan ini dinilai mampu mengurangi beban masyarakat, khususnya dari sisi biaya perjalanan ke Tarakan. “Respons masyarakat sangat positif karena layanan ini benar-benar memberikan kemudahan, baik dari sisi waktu maupun biaya,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan pelayanan imigrasi jemput bola paspor imigrasi