TARAKAN – Pelaksanaan Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor (P2KB) yang digencarkan UPT Samsat Tarakan mulai menunjukkan dampak signifikan. Kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.
Kepala UPT Samsat Tarakan, H. Syaiful Adrie, mengungkapkan adanya peningkatan penerimaan yang terlihat jelas saat dan setelah kegiatan berlangsung. “Kalau dibandingkan hari biasa, setelah P2KB ini ada peningkatan. Bahkan besoknya juga masih naik,” ujarnya.
Dalam operasi sebelumnya, sebanyak 1.494 kendaraan terjaring, terdiri dari 266 roda empat dan 1.228 roda dua. Dari jumlah tersebut, 65 kendaraan diketahui telah jatuh tempo pajaknya. “Yang jatuh tempo 28 roda empat dan 37 roda dua,” jelasnya.
Menariknya, sebagian wajib pajak langsung melakukan pembayaran di lokasi, terutama dengan dukungan layanan Samsat Keliling. “Yang bayar di tempat sebelumnya 26 unit. Sekarang tren itu meningkat, artinya ada perubahan perilaku masyarakat,” katanya.
Menurut Syaiful, peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan langsung di lapangan lebih efektif dalam mendorong kepatuhan dibandingkan hanya mengandalkan layanan di kantor.
Meski banyak kendaraan terjaring, ia menilai hal tersebut bukan indikator rendahnya kesadaran masyarakat. Faktor waktu seperti bulan Ramadan dan kesibukan kerja turut memengaruhi keterlambatan pembayaran.
“Kesadaran tetap ada, hanya mungkin tertunda. Begitu kita lakukan pemeriksaan, mereka langsung bayar,” ujarnya.
Ke depan, kegiatan P2KB akan terus diintensifkan sebagai strategi utama meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mendongkrak penerimaan daerah. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT