TARAKAN - Terus bertambahnya penduduk Kota Tarakan diikuti dengan meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat. Di sisi lain, minimnya spot sumber air yang dapat dikelola untuk kebutuhan masyarakat membuat pemerintah terus berupaya untuk melakukan terobosan untuk memenuhi kebutuhan air harian.
Oleh sebab itu, beberapa tahun lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah mengusulkan penambahan embung baru menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) guna menjaga pasokan air di Kota Tarakan.
Saat dikonfirmasi, Ketua Komisi III DPRD Kota Tarakan, Randy Ramadhana Erdian menerangkan, sebenarnya Pemkot Tarakan beberapa lalu telah merencanakan pembangunan embung yang sejak lama diharapkan menjadi penopang kebutuhan air baku sekaligus pengendali banjir di Kota Tarakan.
Kendati demikian, sepertinya niatan tersebut kembali tertunda, setelah diterapkannya kebijakan efisiensi anggaran membuat proyek Embung Sungai Maya belum mendapat alokasi pada tahun 2026.
"Sepertinya tahun ini belum bisa, karena pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) telah menyampaikan secara terbuka kondisi anggaran yang belum memungkinkan untuk merealisasikan proyek tersebut tahun ini. Dalam hal ini pemerintah daerah berharap transfer pusat untuk melaksanakan keberlanjutan program strategis, termasuk yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat,"ujarnya, Minggu (19/4).
"Kita semua sudah tahu kalau TKD semua daerah mengalami pengurangan dari pusat, jadi berdampak langsung pada tidak adanya kegiatan pembangunan, termasuk untuk Embung Sungai Maya,” sambungnya.
Ia menjelaskan, sebenarnya BWS Kalimantan V telah memasukan rencana pembangunan embung tersebut sebagai prioritas. Namun, selain kendala anggaran, persoalan klasik seperti pembebasan lahan juga masih menjadi hambatan yang belum terselesaikan hingga kini.
“Dari penjelasan BWS, mereka sebenarnya sudah punya rencana dan keinginan kuat untuk membangun Embung Sungai Maya. Tapi memang masih terkendala pembebasan lahan dan hal-hal teknis lainnya. Karena tahun 2026 tidak ada anggaran, mereka berupaya akan mengusulkan kembali di tahun 2027 agar bisa direalisasikan,” jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT