Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jelang Iduladha, Pengawasan Hewan Kurban di Kaltara Ditingkatkan

Zakaria RT • Kamis, 16 April 2026 | 16:03 WIB
HEWAN KURBAN: Suasana kandang penjualan sapi di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
HEWAN KURBAN: Suasana kandang penjualan sapi di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Adanya lonjakan kebutuhan hewan kurban menjelang Iduladha tak hanya membawa peluang ekonomi, tetapi juga resiko serius terhadap penyebaran penyakit ternak. Kondisi ini membuat Karantina Kalimantan Utara (Kaltara) mulai memperketat pengawasan lalu lintas hewan yang masuk ke wilayah tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Karantina Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, penguatan pengawasan dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi masuknya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) yang dapat mengancam kesehatan ternak dan masyarakat. Ia menyebut sejumlah penyakit yang menjadi perhatian utama antara lain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, hingga Lumpy Skin Disease (LSD).

“Kami minta pelaku usaha patuh terhadap aturan karantina dan benar-benar menerapkan biosekuriti yang ketat. Ini penting untuk memastikan hewan yang masuk dalam kondisi sehat dan tidak membawa penyakit yang bisa berdampak luas,” ujarnya di Tarakan, Kamis (16/4).

Menurutnya, lalu lintas ternak yang masuk ke Kaltara saat ini masih didominasi pengiriman domestik dari sejumlah daerah, seperti Gorontalo dan Tolitoli. Seluruh hewan tersebut umumnya masuk melalui Pelabuhan Malundung Tarakan sebelum didistribusikan ke berbagai kabupaten dan kota di Kaltara.

Ia menilai, pola distribusi tersebut membuat titik masuk menjadi sangat krusial dalam pengawasan, sehingga setiap hewan yang datang harus melalui pemeriksaan ketat sesuai prosedur karantina. “Karena pintu masuknya terpusat, pengawasan di pelabuhan menjadi sangat penting. Semua ternak yang masuk harus dipastikan memenuhi persyaratan, baik dari sisi kesehatan maupun dokumen. Ini yang terus kita perketat,” jelasnya.

Diungkapkannya, pihaknya juga mencatat adanya tren peningkatan signifikan dalam jumlah pengiriman hewan kurban setiap menjelang Iduladha. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah ternak yang masuk mencapai 682 ekor pada Mei dan 485 ekor pada Juni.

“Angka ini naik hingga 189 persen dan 105 persen dibanding rata-rata bulanan. Ini menunjukkan bahwa permintaan memang meningkat tajam menjelang Iduladha, sehingga pengawasan juga harus ikut ditingkatkan,” katanya.

Lanjutnya, untuk menghadapi potensi lonjakan serupa pada tahun ini, Karantina Kaltara telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Terpadu yang akan bekerja selama periode Iduladha 2026. Satgas ini bertugas memastikan seluruh proses lalu lintas hewan berjalan sesuai ketentuan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga distribusi.

Selain itu, edukasi kepada pelaku usaha juga terus digencarkan, terutama terkait pentingnya kepatuhan terhadap aturan karantina dan penerapan biosekuriti di tingkat peternak maupun pedagang.

“Tidak cukup hanya pengawasan, tapi juga harus diimbangi dengan pemahaman dari pelaku usaha. Kalau mereka patuh dan sadar pentingnya biosekuriti, maka risiko penyebaran penyakit bisa ditekan secara signifikan,” ungkapnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #sapi #iduladha #sapi kurban #hewan kurban